RADAR SURABAYA – Kawasan Jalan Dupak kembali menjadi sorotan setelah kasus pembacokan terhadap dua remaja terjadi pada dini hari. DPRD Surabaya mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) segera melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari perbaikan penerangan jalan umum (PJU), penambahan CCTV, hingga peningkatan patroli malam di titik rawan kriminal.
Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Surabaya, Azhar Kahfi, menilai insiden yang terjadi di Jalan Dupak menunjukkan masih adanya titik gelap yang berpotensi memicu tindak kejahatan. Menurutnya, kondisi penerangan jalan yang tidak optimal membuat kawasan tersebut rawan, terutama pada malam hingga dini hari.
“Kejadian di Jalan Dupak ini harus menjadi alarm serius. Penerangan yang kurang memadai sangat berpengaruh terhadap keamanan warga yang melintas setiap hari,” kata Azhar Kahfi.
Kasus pembacokan yang dimaksud itu terjadi pada Jumat malam, 20 Maret 2026, sekitar pukul 00.00–01.00 di Jalan Dupak, tepatnya di dekat SPBU sisi PGS Pasar Turi. Dua remaja yang berboncengan sepeda motor diserang sekelompok pelaku saat melintas di lokasi yang minim penerangan.
Azhar menegaskan, perbaikan PJU tidak boleh ditunda karena lampu jalan yang mati sama saja membuat area publik tanpa pengawasan visual.
Baca Juga: Senjata Era Majapahit Cetbang Pernah Ditemukan di Surabaya
“Perbaikan PJU harus jadi prioritas. Lampu mati harus segera dibenahi. Kalau ada tapi tidak menyala, itu sama saja tidak ada,” ujarnya.
Selain penerangan, DPRD juga meminta Pemkot melakukan pemetaan ulang titik rawan kriminal di Surabaya, khususnya di jalur padat kendaraan seperti Dupak yang menjadi akses utama menuju pusat kota dan kawasan pelabuhan.
Menurut Azhar, penguatan pengawasan harus dibarengi dengan pemasangan kamera CCTV di lokasi yang selama ini menjadi blank spot.
“Penambahan CCTV penting untuk pengawasan sekaligus pencegahan. Dengan kamera, pergerakan pelaku bisa terpantau dan memberi efek jera,” tegasnya.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Selasa 24 Maret 2026 Anjlok! UBS dan Galeri24 Turun Drastis, Antam Bertahan
Ia juga mendorong aparat keamanan meningkatkan patroli rutin pada jam rawan, terutama tengah malam hingga subuh, saat aktivitas jalan mulai sepi namun risiko kejahatan meningkat.
“Kehadiran petugas di lapangan sangat penting agar masyarakat merasa aman. Patroli malam harus diperkuat di titik-titik rawan,” katanya.
Baca Juga: Pasutri Pelaku Curanmor Antarkota Ditangkap, Ngaku Beraksi di 8 TKP Surabaya dan Kediri
Azhar menambahkan, keamanan di ruang publik merupakan kebutuhan dasar warga dan harus menjadi prioritas utama pemerintah kota. Ia berharap peristiwa di Jalan Dupak tidak terulang karena kelalaian dalam pemeliharaan fasilitas keamanan.
“Keamanan warga itu hal mendasar. Pemerintah harus memastikan jalan, fasilitas umum, dan ruang publik benar-benar aman untuk semua,” pungkasnya. (dim/gun)
Editor : Guntur Irianto