Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Usai Aksi Pembacokan di Jalan Dupak, DPRD Surabaya Minta Penambahan PJU dan CCTV, serta Perketat Patroli Malam

Dimas Mahendra • Selasa, 24 Maret 2026 | 13:17 WIB
PEMBENAHAN: Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Surabaya, Azhar Kahfi, meminta penambahan PJU dan CCTV serta patroli malam usai pembacokan di Jalan Dupak, Surabaya. (IST/RADAR SURABAYA)
PEMBENAHAN: Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Surabaya, Azhar Kahfi, meminta penambahan PJU dan CCTV serta patroli malam usai pembacokan di Jalan Dupak, Surabaya. (IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Kawasan Jalan Dupak kembali menjadi sorotan setelah kasus pembacokan terhadap dua remaja terjadi pada dini hari. DPRD Surabaya mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) segera melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari perbaikan penerangan jalan umum (PJU), penambahan CCTV, hingga peningkatan patroli malam di titik rawan kriminal.

Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Surabaya, Azhar Kahfi, menilai insiden yang terjadi di Jalan Dupak menunjukkan masih adanya titik gelap yang berpotensi memicu tindak kejahatan. Menurutnya, kondisi penerangan jalan yang tidak optimal membuat kawasan tersebut rawan, terutama pada malam hingga dini hari.

“Kejadian di Jalan Dupak ini harus menjadi alarm serius. Penerangan yang kurang memadai sangat berpengaruh terhadap keamanan warga yang melintas setiap hari,” kata Azhar Kahfi.

Baca Juga: Diduga Bobol Rumah Warga Pakal Surabaya, Pria Asal Sampang Dihajar Massa, Satu Pelaku Sembunyi di Bawah Jembatan

Kasus pembacokan yang dimaksud itu terjadi pada Jumat malam, 20 Maret 2026, sekitar pukul 00.00–01.00 di Jalan Dupak, tepatnya di dekat SPBU sisi PGS Pasar Turi. Dua remaja yang berboncengan sepeda motor diserang sekelompok pelaku saat melintas di lokasi yang minim penerangan.

Azhar menegaskan, perbaikan PJU tidak boleh ditunda karena lampu jalan yang mati sama saja membuat area publik tanpa pengawasan visual.

Baca Juga: Senjata Era Majapahit Cetbang Pernah Ditemukan di Surabaya

“Perbaikan PJU harus jadi prioritas. Lampu mati harus segera dibenahi. Kalau ada tapi tidak menyala, itu sama saja tidak ada,” ujarnya.

Selain penerangan, DPRD juga meminta Pemkot melakukan pemetaan ulang titik rawan kriminal di Surabaya, khususnya di jalur padat kendaraan seperti Dupak yang menjadi akses utama menuju pusat kota dan kawasan pelabuhan.

Baca Juga: Dua Pencuri Motor yang Dihajar Massa di Ngagel Rejo Kidul Surabaya Masih Dirawat Intensif, Gunakan Kunci T saat Beraksi

Menurut Azhar, penguatan pengawasan harus dibarengi dengan pemasangan kamera CCTV di lokasi yang selama ini menjadi blank spot.

“Penambahan CCTV penting untuk pengawasan sekaligus pencegahan. Dengan kamera, pergerakan pelaku bisa terpantau dan memberi efek jera,” tegasnya.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Selasa 24 Maret 2026 Anjlok! UBS dan Galeri24 Turun Drastis, Antam Bertahan

Ia juga mendorong aparat keamanan meningkatkan patroli rutin pada jam rawan, terutama tengah malam hingga subuh, saat aktivitas jalan mulai sepi namun risiko kejahatan meningkat.

“Kehadiran petugas di lapangan sangat penting agar masyarakat merasa aman. Patroli malam harus diperkuat di titik-titik rawan,” katanya.

Baca Juga: Pasutri Pelaku Curanmor Antarkota Ditangkap, Ngaku Beraksi di 8 TKP Surabaya dan Kediri

Azhar menambahkan, keamanan di ruang publik merupakan kebutuhan dasar warga dan harus menjadi prioritas utama pemerintah kota. Ia berharap peristiwa di Jalan Dupak tidak terulang karena kelalaian dalam pemeliharaan fasilitas keamanan.

“Keamanan warga itu hal mendasar. Pemerintah harus memastikan jalan, fasilitas umum, dan ruang publik benar-benar aman untuk semua,” pungkasnya. (dim/gun)

Editor : Guntur Irianto
#Komentar #Fraksi #cctv #dewan #surabaya #PGS Surabaya #pembacokan #pju #anak #hari ini #bubutan #dibacok #pemkot #terbaru #berita surabaya #kejadian #jalan #Jalan Dupak #pemkot surabaya #dprd #penerangan #remaja #gerindra