RADAR SURABAYA - Ribuan jemaah memadati halaman Balai Kota Surabaya pada Sabtu (21/3) pagi, untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah.
Gema takbir yang berkumandang sejak subuh mengiringi langkah warga menuju lokasi, menciptakan suasana khidmat di bawah langit cerah Kota Pahlawan.
Tepat pukul 06.00 WIB, salat dimulai dengan imam Ust. Muhammad Anwari, M.Pd., seorang Qori Nasional.
Baca Juga: Perdana Menteri Australia Anthony Albanese Kunjungi Masjid Sydney saat Salat Idul Fitri 2026
Sementara itu, Prof. Abdul Kadir Riyadi, Lc., MSSC., Ph.D. hadir sebagai khatib, menyampaikan pesan spiritual dan kemanusiaan yang menekankan pentingnya perdamaian dalam kehidupan berbangsa.
Dalam sambutannya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa persatuan adalah fondasi utama bagi kemajuan kota. Ia mengajak warga untuk mengedepankan kebersamaan di atas kepentingan pribadi.
“Persatuan itu lebih penting. Kita harus bekerja bersama, bukan mencari siapa yang terbaik, tapi bagaimana dengan kebersamaan kita bisa mencapai hasil maksimal bagi bangsa dan negara,” tegasnya.
Baca Juga: Mengapa Ramadan dan Takbiran Identik dengan Petasan?
Eri juga mengapresiasi toleransi warga Surabaya dalam menyikapi perbedaan. Ia mencontohkan bagaimana perayaan Idul Fitri yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi tetap berjalan harmonis.
“Alhamdulillah, toleransi di Surabaya luar biasa. Warga yang takbiran menghormati umat Hindu dengan tidak menggunakan pengeras suara luar dan tidak mengadakan takbir keliling di sekitar tempat ibadah,” ungkapnya.
Terkait perbedaan penetapan waktu Salat Id, Eri mengingatkan agar hal tersebut tidak menjadi sumber perpecahan.
Baca Juga: 10 Kuliner Lebaran Paling Ikonik di Indonesia, Mana Pilihan Anda?
“Ada yang salat kemarin, ada yang hari ini. Perbedaan itu adalah keindahan, jangan pernah saling menyalahkan. Keyakinan itu masing-masing, yang penting tidak saling menjatuhkan,” tambahnya.
Sementara itu, Prof. Abdul Kadir Riyadi dalam khotbahnya menguraikan empat pilar misi kemanusiaan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW sebagai fondasi membangun bangsa.
“Marilah kita pastikan Kota Surabaya ini menjadi kota yang menyebarkan virus positif berupa kedamaian, ketentraman, dan keamanan. Hal ini sudah terlihat di Surabaya dan harus terus ditingkatkan,” terangnya.
“Insyaallah dengan kerukunan ini, Surabaya menjadi kota yang berkah, kota sejahtera, dan warganya bahagia,” tandas Eri. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari