RADAR SURABAYA - Surabaya diperkirakan menghadapi potensi banjir rob di kawasan pesisir menjelang hingga selama libur Lebaran 2026. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya fenomena fase bulan baru yang berdekatan dengan perigee atau jarak terdekat bulan ke bumi, sehingga memicu kenaikan pasang air laut.
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan genangan di sejumlah titik rawan pesisir. Di antaranya kawasan Kalianak, Greges, Kalimas Baru, Bulak, Kenjeran hingga pesisir pantai timur Surabaya. Wilayah-wilayah itu selama ini memang langganan terdampak rob saat pasang maksimum.
Kenaikan muka air laut diperkirakan terjadi secara bertahap pada periode 21 hingga 25 Maret 2026. Pada rentang waktu tersebut, aktivitas masyarakat di kawasan pelabuhan, permukiman pesisir, hingga tambak dan perikanan berpotensi terganggu.
BMKG menyebut, genangan air laut pasang bisa menjadi lebih parah apabila berbarengan dengan hujan berintensitas tinggi. Air dari daratan yang tidak segera terbuang ke laut akibat pasang tinggi akan memperbesar risiko genangan bahkan banjir di kawasan rendah.
Baca Juga: Tragedi Mudik di Pelabuhan Gilimanuk: Pemudik Meninggal di Dalam Bus Saat Antrean Panjang
Karena itu, masyarakat di pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat malam hingga dini hari ketika pasang maksimum biasanya terjadi. Warga juga diimbau rutin memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG.
Selain itu, nelayan dan pelaku aktivitas di laut diminta memperhatikan kondisi pasang surut sebelum melaut. Pemerintah daerah juga diharapkan menyiapkan langkah antisipasi, termasuk memastikan sistem drainase berfungsi optimal guna meminimalkan dampak rob selama periode Lebaran. (*)
Editor : Lambertus Hurek