Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sambut Nyepi, Umat Hindu di Surabaya Gelar Tawur Agung

Dimas Mahendra • Kamis, 19 Maret 2026 | 07:01 WIB
Pelaksanaan Tawur Agung dengan pawai ogoh-ogoh diikuti oleh ratusan umat Hindu di Surabaya. (HUMAS PEMKOT SURABAYA)
Pelaksanaan Tawur Agung dengan pawai ogoh-ogoh diikuti oleh ratusan umat Hindu di Surabaya. (HUMAS PEMKOT SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Suasana Surabaya dipenuhi semangat kebersamaan saat ratusan umat Hindu menggelar Pawai Seni Ogoh-Ogoh di kawasan parkir Pura Segara, Rabu (18/3). 

Meski langit mendung menaungi kota, antusiasme masyarakat tetap tinggi untuk menyaksikan arak-arakan ogoh-ogoh yang sarat makna filosofis.

Tradisi ini menampilkan kreativitas umat Hindu sekaligus simbolisasi sifat-sifat negatif yang harus disucikan menjelang pelaksanaan Catur Brata Penyepian.

Baca Juga: Takbir dan Nyepi Berdekatan, Wali Kota Eri Minta Perayaan Lebaran Tertib dan Saling Menghormati

Kehadiran warga lintas agama dalam pawai tersebut memperlihatkan kuatnya nilai toleransi di Kota Pahlawan.

Staf Ahli Wali Kota Surabaya Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Maria Theresia Ekawati Rahayu, menegaskan bahwa pawai ogoh-ogoh bukan sekadar hiburan. 

“Pawai ogoh-ogoh merupakan wujud kreativitas yang sarat makna, sebagai simbol penyucian diri dan alam semesta dari pengaruh negatif sebelum melaksanakan Catur Brata Penyepian,” ujarnya.

Baca Juga: Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret

Ia menambahkan, momentum ini mengajak masyarakat untuk mengevaluasi diri dari sifat negatif seperti ego, iri hati, dan dengki. 

“Sebagai kota yang menjunjung tinggi keberagaman, Surabaya berkomitmen menjaga toleransi, persatuan, dan keharmonisan di tengah perbedaan budaya dan keyakinan,” jelasnya.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Surabaya, Ketut Gotra Astika, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian Nyepi berjalan lancar, mulai dari Melasti hingga Tawur Agung.

Baca Juga: Warga Surabaya Lebih Suka Perhiasan Emas Model Sederhana, Permintaan Naik 50 Persen Lebih Jelang Lebaran

 “Berawal dari pikiran positif akan melahirkan perkataan dan perbuatan positif, hingga akhirnya membentuk karakter yang baik dan membawa kehidupan yang lebih baik pula,” tuturnya.

Ketut juga mengapresiasi dukungan Pemkot Surabaya. “Kehadiran pemerintah menjadi bukti komitmen bersama untuk merawat persatuan dan menjaga toleransi di Kota Surabaya,” pungkasnya. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#tawur agung #ogoh-ogoh #surabaya #toleransi #hindu #nyepi