Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Warga Surabaya Lebih Suka Perhiasan Emas Model Sederhana, Permintaan Naik 50 Persen Lebih Jelang Lebaran

Andy Satria • Kamis, 19 Maret 2026 | 00:42 WIB
PAJANG: Warga Surabaya lebih menyukai desain perhiasan emas yng sederhana untuk dipakai saat Lebaran nanti.  (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
PAJANG: Warga Surabaya lebih menyukai desain perhiasan emas yng sederhana untuk dipakai saat Lebaran nanti.  (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Tren penjualan emas di Surabaya mengalami peningkatan menjelang Hari Raya Idulfitri. 

Sejumlah gerai jual beli emas mencatat lonjakan transaksi, terutama dari masyarakat yang memilih mencairkan perhiasan menjadi uang tunai untuk kebutuhan Lebaran.

Baca Juga: Kreasi Rendang Minangkabau Hadir di Surabaya, Tantangan Bumbu Jadi Sorotan

Store Manager Emas Now, Ni Kadek Nita Ayu Martini, mengatakan peningkatan transaksi terjadi dalam beberapa pekan terakhir. 

Jika sebelumnya penjualan hanya berkisar satu hingga lima invoice per hari, kini jumlahnya bisa mencapai belasan transaksi.

“Bahkan sempat ada sampai 13 invoice dalam sehari. Biasanya sebelum Ramadan hanya sekitar satu sampai lima,” ujar Kadek, Rabu (18/3). 

Baca Juga: Yamaha STSJ Siapkan Bengkel Siaga dan Pos Jaga Lebaran 2026 untuk Kenyamanan Perjalanan Konsumen Setia

Perhiasan yang dijual masyarakat umumnya berupa kalung dan gelang dengan kadar emas tinggi, yakni 20 hingga 23 karat. 

Berat emas yang dijual bervariasi, mulai dari sekitar tiga gram hingga puluhan gram dalam satu transaksi.

“Kebanyakan emas tua, 20 karat ke atas. Yang 16 karat justru tidak terlalu banyak,” jelas Nita.

Baca Juga: Dalam 2 Hari Pantauan Mudik 2026, Terjadi 173 Kecelakaan Lalu Lintas dengan 29 Korban Jiwa

Menariknya, banyak warga memilih skema penjualan dengan harga internasional meski harus menunggu pencairan dana selama lima hingga tujuh hari. 

Skema ini dinilai lebih menguntungkan dibandingkan pencairan instan yang bisa dilakukan di hari yang sama.

Selisih harga antara kedua skema tersebut bisa mencapai jutaan rupiah, terutama untuk emas dengan kadar dan berat tinggi. 

Hal ini membuat masyarakat rela menunggu demi mendapatkan nilai jual lebih besar.

Baca Juga: Harga Beras Naik Jelang Lebaran, Bulog Jatim Sebut Hanya Faktor Psikologis dan Permintaan Meningkat

“Perbedaannya bisa sampai dua sampai tiga juta rupiah. Makanya banyak yang memilih menunggu lima sampai tujuh hari,” tambahnya.

Di sisi lain, permintaan pembelian emas perhiasan juga tetap terlihat menjelang Lebaran. 

Social Media dan KOL Specialist Nellava Holding, Niki Hasbiah, menyebut konsumen Surabaya cenderung memilih desain sederhana.

Baca Juga: Prestasi Mendunia, Atlet ASEAN Para Games 2026 Diguyur Kemenpora Bonus Rp365 Miliar Melalui BRI

Model gelang dan kalung bergaya rantai simpel menjadi yang paling diminati, termasuk model yang dikenal bergaya Cartier. 

Selain itu, perhiasan yang dikenakan di tangan seperti gelang dan cincin lebih banyak diburu karena terlihat saat momen bersalaman.

“Kalau gelang rantai biasanya sekitar dua sampai lima gram. Kalau model yang lebih tebal bisa lima sampai tujuh gram,” ujarnya.

Baca Juga: Komisi III DPR Bentuk Panja Kawal Kasus Andrie Yunus, Desak Perlindungan Maksimal untuk Korban

Untuk kadar emas, perhiasan 16 karat menjadi pilihan utama karena harganya dinilai lebih terjangkau namun tetap terlihat mewah. (sam/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#kalung #transaksi #model #surabaya #perhiasan #emas #gerai #lebaran #gelang