RADAR SURABAYA – Warga Surabaya dan sekitarnya mengeluhkan cuaca yang terasa panas menyengat dalam beberapa hari terakhir, terutama saat siang hari. Kondisi ini makin terasa gerah ketika tidak turun hujan, meski secara data suhu tidak selalu ekstrem.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, fenomena ini dipengaruhi beberapa faktor alamiah. Salah satunya adalah posisi semu Matahari yang saat ini berada di sekitar wilayah selatan khatulistiwa.
Akibatnya, intensitas penyinaran matahari ke permukaan bumi, termasuk di Jawa Timur, terasa lebih terik pada siang hari.
Selain itu, angin monsun timur yang bertiup dari Australia membawa massa udara kering. Kondisi tersebut membuat pembentukan awan hujan berkurang, sehingga langit cenderung cerah. Minimnya tutupan awan ini menyebabkan radiasi panas matahari langsung mencapai permukaan bumi tanpa banyak hambatan.
“Langit yang cerah membuat panas terasa lebih menyengat. Pada malam hari pun suhu bisa tetap terasa gerah karena pelepasan panas dari permukaan bumi berlangsung lambat,” jelas BMKG.
Baca Juga: Modus Jadi Pembeli, Bocah Terekam CCTV Curi Dua Ponsel di Warung Makan Jalan Kebonsari Surabaya
Meski demikian, Jawa Timur, termasuk Surabaya, tidak masuk dalam daftar 20 kota dengan suhu terpanas di Indonesia pada pekan ini. Berdasarkan pemantauan BMKG, suhu tertinggi justru terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya yang menempati posisi teratas.
BMKG menyebut Jawa Timur diperkirakan baru memasuki masa pancaroba pada pertengahan April. Hingga periode tersebut, kondisi cuaca panas pada siang hari masih berpotensi dirasakan masyarakat, terutama saat langit cerah tanpa hujan. (*)
Editor : Lambertus Hurek