RADAR SURABAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur bersama BMKG Juanda mulai melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem menjelang Lebaran 2026. Kegiatan ini resmi dimulai pada Senin (16/3).
Operasi perdana dilakukan menggunakan PK-SCJ dengan menyasar sejumlah wilayah di Jawa Timur, terutama daerah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi. Wilayah tersebut meliputi kawasan Tapal Kuda dan selatan Jatim seperti Situbondo, Jember, dan Banyuwangi, serta wilayah Tuban dan Mojokerto.
Baca Juga: KAI Bangun 2.200 Unit Rusun Subsidi, Ini Lokasinya di Surabaya
Pada hari pertama, OMC dilakukan tiga sortie dengan total bahan semai berupa 2.800 kilogram CaO. Kegiatan ini mencatat total waktu terbang selama 5 jam 20 menit.
Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto turut langsung mengikuti penerbangan perdana. Ia terbang bersama tim menggunakan pesawat PK-SCJ mulai pukul 12.14 WIB hingga 14.17 WIB untuk melakukan penyemaian awan di wilayah Situbondo dan bagian utara Banyuwangi.
“Sebagaimana instruksi Ibu Gubernur, OMC ini kita lakukan untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi selama musim Lebaran. OMC ini juga sebagai wujud pelayanan Pemprov Jatim kepada masyarakat yang melakukan mudik balik Lebaran agar lancar saat melakukan perjalanan,” terangnya.
Baca Juga: Pertamina Dukung Mudik Gratis Radar Surabaya 2026, Hemat BBM dan Tekan Risiko Perjalanan
Selanjutnya, sortie kedua difokuskan di wilayah udara Tuban, sementara sortie ketiga dilakukan di atas wilayah Mojokerto. Kegiatan ini diharapkan mampu mengendalikan curah hujan sehingga tidak mengganggu mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik.
BPBD Jatim menargetkan operasi modifikasi cuaca ini akan berlangsung selama 10 hari, hingga 26 Maret 2026. (*)
Editor : Lambertus Hurek