RADAR SURABAYA – Mudik Gratis Radar Surabaya Sudah Berlangsung 21 Tahun, Wujud Kontribusi Media untuk Masyarakat.
“Inilah bentuk lain dari sebuah media. Tidak hanya sebagai kontrol kebijakan, tapi juga kontribusi nyata kepada masyarakat. Radar Surabaya tidak hanya memberitakan, tapi juga hadir membantu masyarakat melalui kegiatan sosial seperti mudik gratis,” ujar dia saat pelepasan peserta di halaman kampus Ubhara Surabaya, Selasa (17/3) pagi.
Lilik menambahkan, program Mudik Gratis ini telah berlangsung selama 21 tahun. Menurut dia, perjalanan panjang tersebut menunjukkan konsistensi kepedulian sosial yang terus dijaga.
“Kalau dulu ada peserta yang anaknya masih balita, sekarang sudah dewasa, bahkan mungkin sudah menikah,” katanya.
Menurut dia, program tersebut tidak akan berjalan tanpa dukungan berbagai pihak. Mulai dari sponsor, tokoh masyarakat, hingga institusi pendidikan yang turut menyediakan fasilitas dan armada.
“Kegiatan ini bisa berjalan karena dukungan banyak pihak, termasuk Pak Bambang Haryo Soekartono, Universitas Bhayangkara, dan para sponsor. Tanpa kolaborasi, sebaik apa pun rencana tidak akan terlaksana. Karena itu, kami berharap kerja sama ini terus meningkat di masa mendatang,” ujarnya.
Baca Juga: Korlantas Polri Berlakukan One Way Nasional 18 Maret 2026, Ini Ruas Tol yang Terdampak
Program mudik gratis Radar Surabaya tahun ini kembali memberangkatkan ratusan peserta ke berbagai daerah tujuan di Jawa Timur. Tiga rute favorit yang dilayani yakni Surabaya–Trenggalek, Surabaya–Ponorogo, dan Surabaya–Banyuwangi.
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian sosial tetap menjadi bagian penting dalam perayaan Lebaran, di tengah padatnya mobilitas masyarakat setiap tahun. Selain membantu kelancaran arus mudik, program ini juga meringankan beban biaya transportasi warga.
Salah satu peserta tujuan Banyuwangi mengaku sangat terbantu dengan adanya mudik gratis ini. Dia datang bersama rombongan keluarga.
“Rombongan saya ada enam orang. Kalau tarif bus sekitar Rp 200 ribu, bisa hampir Rp 1,5 juta,” ujarnya. (")
Editor : Lambertus Hurek