RADAR SURABAYA – Program mudik gratis kembali digulirkan Radar Surabaya jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan tahunan ini dinilai bukan sekadar agenda sosial, tetapi bentuk nyata kolaborasi antara media, dunia pendidikan, dan wakil rakyat dalam membantu masyarakat pulang kampung dengan aman dan nyaman.
Anggota DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, mengapresiasi konsistensi Radar Surabaya yang setiap tahun menggelar mudik gratis untuk masyarakat. Menurutnya, program ini sangat dibutuhkan, terutama untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat penggunaan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Selasa 17 Maret 2026 Turun Rp11.000, Cek Daftar Lengkap Galeri24 dan UBS
“Saya mengapresiasi Radar Surabaya yang luar biasa. Pak Direktur sangat aktif membantu masyarakat melaksanakan mudik gratis. Ini langkah yang sangat diinginkan masyarakat, karena mereka bisa mudik tanpa menggunakan kendaraan pribadi, terutama motor yang berisiko tinggi,” ujarnya.
Ia menilai program mudik gratis tidak hanya membantu masyarakat secara ekonomi, tetapi juga berdampak pada keselamatan publik. Karena itu, ia berharap kegiatan tersebut terus ditingkatkan setiap tahun, bahkan jika memungkinkan juga menyediakan program arus balik gratis.
“Semoga penyelenggaraan ini semakin meningkat. Bahkan ke depan kalau bisa tidak hanya mudik, tapi baliknya juga dibantu gratis. Yang penting masyarakat selamat sampai tujuan dan bisa berkumpul dengan keluarga,” katanya.
Legislator dari Fraksi Gerindra itu juga memberi masukan agar program mudik gratis ke depan dapat dijadwalkan lebih awal, sehingga dapat mengurangi kepadatan arus lalu lintas menjelang hari raya.
“Kami berharap mudik gratis dilakukan lebih awal, tidak mendekati hari H. Tujuannya untuk mendidik masyarakat agar mudik lebih awal sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan di waktu bersamaan,” tambah politisi dapil 1 Surabaya-Sidoarjo itu.
Dukungan juga datang dari kalangan akademisi. Rektor Universitas Bhayangkara Surabaya, Anton Setiadji, mengatakan keterlibatan kampus dalam program mudik gratis merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus sarana pembelajaran bagi mahasiswa.
“Ini bagian dari visi misi kami dalam pengabdian kepada masyarakat. Sekaligus memberikan pembelajaran kepada mahasiswa agar memahami kondisi sosial di lingkungan sekitar. Selama saya menjadi rektor, insyaallah kerja sama ini akan terus berlanjut,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Radar Surabaya, Lilik Widyantoro, menegaskan bahwa program mudik gratis merupakan bentuk kontribusi nyata media kepada masyarakat, tidak hanya melalui pemberitaan tetapi juga melalui aksi langsung.
“Inilah bentuk lain dari sebuah media. Tidak hanya sebagai kontrol kebijakan, tapi juga kontribusi nyata kepada masyarakat. Radar Surabaya tidak hanya memberitakan, tapi juga hadir membantu masyarakat melalui kegiatan sosial seperti mudik gratis,” katanya.
Ia menambahkan, program tersebut tidak akan berjalan tanpa dukungan berbagai pihak, mulai dari sponsor, tokoh masyarakat, hingga institusi pendidikan yang ikut menyediakan fasilitas dan armada.
“Kegiatan ini bisa berjalan karena dukungan banyak pihak, termasuk Pak Bambang Haryo, Universitas Bhayangkara, dan para sponsor. Tanpa kolaborasi, sebaik apa pun rencana tidak akan terlaksana. Karena itu kami berharap kerja sama ini terus meningkat di masa mendatang,” ujarnya. (*)
Editor : Lambertus Hurek