Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Lebih Awal, Jumlah Penumpang Naik 7,8 Persen
Rahmat Sudrajat• 2026-03-16 08:05:25
Antrean pemudik di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya jelang Lebaran 2026. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)RADAR SURABAYA – Kepadatan pemudik terjadi di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Hingga saat ini tercatata 76.800 penumpang yang telah tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.Manager Cabang Kalimas PT Pelindo Multi Terminal, Ana Adiliya mengatakan hingga H-7 tercatat sudah 76.800. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya ada jumlah penumpang sebanyak 71.200 penumpang.
"Jadi overall ada kenaikan sebanyak 7,84 persen penumpang saat mudik lebaran kali ini," tuturnya, Senin (16/3).Penumpang yang menggunakan kapal laut di Pelabuhan Tanjung Perak didominasi oleh mereka yang berasal dari Balikpapan, Makassar, hingga Banjarmasin. "Peningkatan yang terbanyak penumpang ada dari Balikpapan, kemudian Makassar, Lembar, Banjarmasin, Sampit, Kumai," jelas Ana.Sebelumnya, pihaknya memprediksi puncak arus mudik dengan kapal laut akan terjadi pada 13-14 Maret. Meskipun pada 13 Maret terjadi lonjakan hingga 11.000 penumpang, data historis menunjukkan bahwa tanggal 10 Maret (Selasa) menjadi hari dengan jumlah penumpang terbanyak, yaitu mencapai 12.500 orang."Kemungkinan karena para penumpang lebih memilih mudik lebih awal ya, karena menghindari kepadatan tentunya di pelabuhan," tutur Ana.Baca Juga: Drama Menit 90 di Anfield! Gol Richarlison Gagalkan Kemenangan Liverpool, Tottenham Curi PoinMenurutnya, pemudik yang mudik lebih awal kebanyakan adalah buruh perkebunan maupun pedagang yang pulang dari perantauan. "Kalau dilihat sih lebih banyak dari buruh ya. Kalau untuk pegawai kemungkinan di tanggal 13-14 karena kan ada kebijakan WFA. Tapi kalau buruh kemungkinan lebih awal mereka mudiknya karena kebanyakan dari Kalimantan," ungkapnya.Ada beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan jumlah pemudik di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Selain keinginan untuk lebaran di kampung halaman, harga tiket kapal laut yang lebih murah dibandingkan tiket pesawat juga menjadi alasan utama. Selain itu, penumpang juga bisa membawa kendaraan pribadi sehingga lebih fleksibel saat bersilaturahmi dengan keluarga."Kalau kita lihat di Nataru kemarin kan tidak ada peningkatan yang cukup signifikan, kemungkinan orang-orang ini juga menahan untuk pulang kampung. Kalau kita lihat kan untuk tiket kapal laut ini lebih murah ya kalau dibandingkan dengan tiket pesawat gitu dan mereka juga bisa membawa mobil kan jadi lebih fleksibel kalau mau mudik kemudian mau bersilaturahmi dengan keluarganya," jelasnya. (*) Editor : Lambertus Hurek