RADAR SURABAYA - Seorang pelaku begal payudara yang viral beraksi di Jalan Kutai, Darmo Wonokromo Surabaya nekat melakukan aksinya karena nafsu melihat korban AS, 24. Tersangka WS, 31, saat ini telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolrestabes Surabaya.
"Motifnya karena bernafsu," ujar Kasat PPA dan PPO Polrestabes Surabaya Kompol Melatisari, Minggu (15/3).
Melati mengatakan, pelaku menyerahkan diri karena dorongan keluarga setelah videonya viral di media sosial (medsos). "Pasal TPKS (tindak pidana kekerasan seksual) kami kenakan pada yang bersangkutan," terangnya.
Baca Juga: DPRD Jawa Timur Siap Ikuti Kebijakan Efisiensi Anggaran dari Pemerintah Pusat
Kronologi Begal Payudara di Jalan Kutai Surabaya
Diberitakan sebelumnya, seorang perempuan muda AS, 24, asal Malang menjadi korban begal payudara oleh pengendara motor di Jalan Kutai, Darmo, Wonokromo Surabaya, Rabu malam (11/2).
Pelakunya terekam kamera ponsel. Video aksi pengejaran pelaku, diunggah di akun tiktok pribadi korban. Berdasarkan video yang diunggah akun tiktok korban, pelaku seorang laki-laki mengendarai motor Honda Supra X dengan nopol huruf depan S.
Baca Juga: Polemik Fasum Berubah Jadi Kafe, Pemkot Surabaya Sebut Sudah Ada Replanning
Pelaku sempat terjebak kemacetan karena menunggu lampu rambu lalu lintas menyala hijau di perempatan Jalan Kutai-Jalan Adityawarman. Kemudian setelah lampu menyala hijau, pelaku terus melaju kabur mengendarai motor di Jalan Hayam Wuruk. Korban sempat mengejar pelaku dan meneriakinya. Namun akhirnya kehilangan jejak di sekitar Kebun Binatang Surabaya (KBS).
AS menceritakan awalnya hendak nongkrong di salah satu tempat ngopi di kawasan Jalan Kutai Kelurahan Darmo Surabaya. Setibanya di lokasi ternyata kafe tujuan tutup.
Baca Juga: Sidak Arus Mudik di Surabaya, Kapolri Minta Warga Jangan Paksakan Diri jika Capek
Sehingga korban dan temannya mencari kafe lain melalui referensi media sosial. Korban tetap berada di motor dan temannya di pinggir jalan. Setelah mendapatkan tempat lokasi tujuan berikutnya, teman korban bergegas naik motor atau membonceng.
Tiba-tiba dari arah belakang ada pelaku mengendarai motor mendekatinya. "Orang itu maju ke depan ke arahku sambil pegang (bagian sensitif). Dan itu bukan dipegang tok langsung dihap gitu kayak kerasa. Akhirnya yang teriak itu temanku bukan aku," ucap AS dalam video yang diunggah di tiktoknya dilihat, Rabu (11/3).
Tak terima dilecehkan AS lalu menggeber motor mengejar pelaku. Bahkan teman AS juga sempat merekam wajah pelaku selama pengejaran dan meneriakinya serta memaki. Kasus tersebut oleh korban kemudian dilaporkan ke Polrestabes Surabaya.
"Masih proses penyelidikan dan belum tertangkap dikarenakan motor yang digunakan pelaku bukan milik asli pelaku. Semoga segera ketangkap agar tidak ada korban lagi," ungkapnya.
AS mengaku akibat kejadian tersebut dirinya masih trauma ketika berada di jalan. "Masih trauma ketika di jalan sendiri dan bersampingan sama cowok atau ketika ada cowok yang nyalip gitu masih takut kalau tiba-tiba orangnya begal atau melakukan tindakan yang lain," terangnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto