Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Surabaya Dorong Parkir Digital, Dishub Gandeng Bank Besar untuk Edukasi Warga

Dimas Mahendra • Minggu, 15 Maret 2026 | 12:40 WIB
Pemkot Surabaya mendorong penerapan pembayaran parkir metode digital.
Pemkot Surabaya mendorong penerapan pembayaran parkir metode digital.

RADAR SURABAYA - Kota Surabaya terus berbenah menuju sistem transportasi modern. Pada Sabtu (14/3) malam, Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya menggelar sosialisasi pembayaran parkir digital di Taman Bungkul dan Taman Apsari. 

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah kota untuk mendorong masyarakat beralih dari pembayaran tunai ke non-tunai, sekaligus memperkuat transparansi pengelolaan parkir.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dishub Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menjelaskan bahwa pihaknya menggandeng sejumlah bank besar seperti Bank Jatim, BCA, BNI, BRI, dan Mandiri.BRI

Baca Juga: Menjaga Warisan dalam Balutan Modern, Pekatan Batik Tumbuh Bersama Rumah BUMN BRI

“Di gerai ini, kami memfasilitasi warga yang belum memiliki kartu uang elektronik. Masyarakat bisa membeli kartu dengan harga Rp 20 ribu yang sudah berisi saldo Rp 20 ribu. Jadi kartunya seolah gratis untuk membantu warga menyukseskan digitalisasi parkir ini,” ujarnya.

Selain menyediakan kartu, Dishub juga memasang rambu dan banner sebagai penanda titik parkir digital. 

“Kami akan lengkapi dengan pengeras suara. Anggota UPT Parkir akan berkeliling menginformasikan agar warga menggunakan e-money atau QRIS. Nantinya voucher parkir juga akan ditempatkan di titik-titik digitalisasi,” tambah TriGram

Baca Juga: Update Harga Emas 15 Maret 2026: UBS Turun Rp29.000, Galeri24 Ikut Melemah Rp27.000 per Gram

Dishub tidak hanya fokus pada pengguna, tetapi juga para juru parkir (jukir). Mereka difasilitasi untuk membuka rekening Bank Jatim agar skema bagi hasil 60 persen untuk Pemkot dan 40 persen untuk jukir bisa ditransfer langsung secara transparan. 

“ATM ini wajib, karena prosedur bagi hasil langsung masuk ke rekening jukir. Kami ingin memastikan kesejahteraan mereka terjaga melalui sistem yang jelas,” tegas Trio.

Selain itu, jukir juga dibekali Smart Parking Solution (SPS), alat khusus untuk transaksi non-tunai.

 

Warga Semolowaru, Andri Priambodo, menyambut baik program ini. “Ya ini bagus, tapi sistem tapping atau payment-nya juga harus siap. Kalau payment belum siap, akhirnya susah juga nanti yang mau bayar parkir,” ujarnya.

Andri berharap sistem parkir digital tidak hanya memudahkan pembayaran, tetapi juga meningkatkan keamanan dan penataan kendaraan. 

“Paling tidak kalau sudah menggunakan sistem ini ada yang menata kendaraan. Selain itu, kalau ada kehilangan atau kerusakan, apakah juga ada penanggung jawabnya,” tandasnya.

Baca Juga: Teror Anak Punk di Jombang: Lansia Dibacok Saat Cari Rumput, Berakhir dengan Diamuk Massa

Sosialisasi parkir digital di Surabaya menjadi langkah awal menuju tata kelola transportasi yang lebih modern, transparan, dan aman. Dengan dukungan bank besar, fasilitas kartu elektronik, serta sistem bagi hasil yang jelas bagi jukir, Pemkot Surabaya berharap masyarakat semakin terbiasa menggunakan layanan non-tunai. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#sosialisasi parkir #surabaya #parkir digital #jukir #Taman Bungkul