RADAR SURABAYA - Ribuan umat Hindu di Surabaya melaksanakan Upacara Melasti di sisi utara Pantai Kenjeran, Sabtu (14/3). Ritual sakral ini menjadi bagian penting dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, yang dimaknai sebagai proses penyucian diri sekaligus penyucian alam semesta.
Upacara diawali dengan prosesi berjalan kaki dari pura menuju pantai sambil mengusung simbol-simbol suci berupa pratima.
Prosesi tersebut melewati permukiman warga hingga tiba di bibir pantai, sebelum dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ida Pandita.
Melasti di Pantai Kenjeran tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga simbol kerukunan dan keberagaman di Surabaya.
Kehadiran ribuan umat Hindu menegaskan komitmen masyarakat menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru, menyampaikan makna mendalam dari Melasti.
"Melalui upacara ini, umat Hindu memohon penyucian diri dan alam semesta, baik lahir maupun batin. Harapannya, kita semua memasuki Tahun Baru Saka dengan hati bersih, pikiran jernih, serta semangat kebersamaan yang semakin kuat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Melasti juga menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk menjaga keharmonisan hidup.
“Kehidupan harmonis harus senantiasa dijaga, baik dalam hubungan sesama manusia, dengan alam, maupun dengan Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.
Baca Juga: Pusat Kasino Terbesar Ada di Gentengkali Surabaya
Surabaya sebagai kota besar dengan masyarakat beragam latar belakang terus berkomitmen menjaga nilai toleransi.
“Sebagai kota yang menjunjung tinggi keberagaman, Surabaya selalu berkomitmen menjaga nilai-nilai persatuan dan keharmonisan di tengah perbedaan budaya serta keyakinan,” tegas Tundjung.
Ia berharap perayaan Nyepi dapat memperkuat kerukunan serta kontribusi umat Hindu dalam pembangunan kota.
“Saya berharap umat Hindu semakin kokoh dalam menjalankan dharma, semakin rukun dalam kehidupan bermasyarakat, serta semakin berkontribusi membangun Surabaya tercinta,” tambahnya.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Surabaya, Ketut Gotra Astika, menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Surabaya atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan Melasti.
“Setelah doa di pantai selesai, umat Hindu kembali beriring-iringan menuju pura. Prosesi ini sekaligus menjadi simbol penyebaran energi kesucian bagi lingkungan yang dilalui,” pungkasnya. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari