Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membuka langsung kegiatan tersebut dari Kantor Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan, yang terhubung dengan GPM di seluruh Kota Pahlawan. Menurut Eri, langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan pada 10 hari terakhir Ramadan, periode yang biasanya diikuti peningkatan permintaan masyarakat.
“Harapan kami, masyarakat Surabaya bisa menyambut Idul Fitri dengan hati bahagia, dengan harga pangan yang masih terjangkau,” ujarnya, Rabu (11/3).
Dalam pelaksanaan program ini, Pemkot Surabaya menyiapkan berbagai komoditas pokok dengan harga di bawah pasar agar mudah dijangkau masyarakat. Beberapa di antaranya 4.020 sak beras SPHP, 3.448 sak beras premium, 4.506 liter minyak goreng curah, 8.640 liter minyak goreng kemasan, serta 18.221 kilogram gula pasir.
Selain itu, tersedia pula komoditas lain seperti cabai rawit, cabai merah, bawang merah, bawang putih, masing-masing sekitar 1.340 paket, serta telur ayam dan daging ayam potong dengan harga yang lebih terjangkau.
Cak Eri menyebutkan antusiasme masyarakat cukup tinggi, terutama terhadap komoditas yang paling banyak dikonsumsi saat Ramadan seperti beras, telur, dan minyak goreng.
Ia menegaskan, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga berbagai pihak seperti distributor, pelaku UMKM, hingga kelompok tani lokal.
Di sisi lain, Eri juga mengajak masyarakat mulai membangun kemandirian pangan dari rumah. Warga didorong memanfaatkan lahan pekarangan maupun sistem hidroponik untuk menanam komoditas yang kerap mengalami lonjakan harga, seperti cabai.
Program Gerakan Pangan Murah sendiri merupakan bagian dari kebijakan nasional yang diinisiasi oleh Badan Pangan Nasional dan diimplementasikan di daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). (*)
Editor : Lambertus Hurek