Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Aroma Sampah Ganggu Situs Sejarah Makam WR Soepratman, Seniman Minta Direlokasi

Lambertus Hurek • Rabu, 11 Maret 2026 | 16:40 WIB

Sejumlah seniman ziarah di Makam WR Soepratman, Surabaya. (IST)
Sejumlah seniman ziarah di Makam WR Soepratman, Surabaya. (IST)

RADAR SURABAYA - Keberadaan depo sampah yang berada di dekat makam Pahlawan Nasional WR Soepratman di kawasan Jalan Rangkah, Surabaya, menuai keprihatinan dari kalangan seniman. Kondisi tersebut dinilai kurang pantas karena lokasi makam merupakan situs sejarah yang punya nilai sangat tinggi.

Seniman Surabaya, Rokimdakas, mengaku prihatin melihat adanya depo sampah yang berada tidak jauh dari pusara pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya tersebut. Menurut dia, kawasan makam seharusnya dijaga kebersihan dan kelayakannya sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh besar bangsa.

“Kami merasa prihatin karena di dekat makam pahlawan nasional sekaligus pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya masih ada depo sampah. Aromanya kadang cukup mengganggu,” ujar Rokimdakas di Surabaya, Rabu (11/3).

Ia menilai keberadaan fasilitas penampungan sampah di area tersebut tidak mencerminkan penghormatan terhadap situs sejarah yang penting bagi bangsa Indonesia. Apalagi makam WR Soepratman sering dikunjungi masyarakat, pelajar, maupun pegiat seni yang datang untuk berziarah dan mengenang jasa-jasanya.

Menurut Rokimdakas, kawasan makam Soepratman memiliki potensi besar sebagai ruang edukasi sejarah sekaligus destinasi wisata budaya di Surabaya. Karena itu, penataan lingkungan di sekitar lokasi perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah.

“Kalau kawasan ini ditata dengan baik, bisa menjadi tempat belajar sejarah bagi generasi muda. Mereka bisa datang untuk mengenal lebih dekat sosok Soepratman dan perjalanan lahirnya lagu Indonesia Raya,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat meninjau kembali keberadaan depo sampah tersebut dan mempertimbangkan pemindahannya ke lokasi yang lebih tepat.

Menurut dia, pemindahan depo sampah tidak hanya soal kebersihan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga martabat tempat bersejarah. “Ini bukan sekadar soal sampah, tetapi tentang bagaimana kita menghormati warisan sejarah bangsa. Makam tokoh sebesar Soepratman seharusnya berada di lingkungan yang bersih dan tertata,” ujarnya. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#Makam WR Supratman #depo sampah #Seniman Surabaya #hari musik nasional