Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Siswa Sekolah Ciputra Belajar Konsep Migrasi saat Field Trip di Kantor Radar Surabaya

Nurul Afiah • Rabu, 11 Maret 2026 | 13:58 WIB

MENYENANGKAN: Siswa-siswa Sekolah Ciputra berfoto bersama usai melakukan field trip ke Kantor Radar Surabaya, Rabu (11/3). (Nurul Afiah/Radar Surabaya)
MENYENANGKAN: Siswa-siswa Sekolah Ciputra berfoto bersama usai melakukan field trip ke Kantor Radar Surabaya, Rabu (11/3). (Nurul Afiah/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA – Kantor Radar Surabaya di Jalan Kembang Jepun No 167–169 kerap menjadi destinasi edukatif bagi pelajar. Selain sebagai kantor media harian lokal, bangunan tersebut juga merupakan cagar budaya yang menyimpan jejak sejarah panjang Kota Surabaya.

Rabu (11/3), giliran siswa-siswa Sekolah Ciputra yang berkunjung. Melalui kegiatan field trip, mereka belajar tentang sejarah migrasi yang pernah terjadi di Surabaya.

Baca Juga: Situasi Makin Menantang, Ciputra Group Patok Pertumbuhan Moderat Tahun Ini

Guru pembimbing Sekolah Ciputra, Agustina, menjelaskan bahwa kunjungan ini berkaitan dengan materi pelajaran social studies yang sedang dipelajari para siswa.

“Hari ini siswa belajar tentang migration. Materi ini cukup relevan dengan mereka yang sebagian besar merupakan keturunan Tionghoa. Mereka bisa melihat langsung jejak-jejak migrasi masa lalu di tempatnya,” ujar Agustina.

Baca Juga: Ciputra World Surabaya Hadirkan SKY Residence, Hunian Modern Luxury di Kawasan Premium

Ia menambahkan, topik yang dipelajari siswa adalah where we are in place and time, dengan fokus pada konsep movement atau migrasi. Melalui konsep tersebut, siswa diajak memahami bagaimana perpindahan manusia memengaruhi lingkungan dan budaya di suatu wilayah.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa juga diajak berkeliling kawasan Kota Lama Surabaya yang dikenal sebagai pusat sejarah dengan empat zona budaya, yakni Eropa, Pecinan, Arab, dan Melayu.

Baca Juga: Disrupsi AI Makin Ganas! Universitas Ciputra Gandeng Industri, Siapkan Talenta Kreatif Siap Tempur di Era Digital

“Melalui pembelajaran ini, siswa dapat memahami bahwa baik sebagai pendatang maupun masyarakat yang didatangi, lingkungan dan budaya di suatu tempat akan saling memengaruhi,” tambah Agustina.

Saat berada di Kantor Radar Surabaya, para siswa juga mendapatkan penjelasan mengenai sejarah bangunan tersebut. Redaktur Radar Surabaya, Lainin Nadziroh, menjelaskan bahwa gedung itu dulunya merupakan bank.

Baca Juga: Barongsai Tonggak Meriahkan Imlek 2577 di Ciputra World Surabaya, Ribuan Pengunjung Padati Atrium Oval

“Awalnya gedung ini didirikan sekitar tahun 1880 dan bernama Unie Bank voor Nederland en Kolonien,” jelasnya.

Tak hanya mendengar cerita sejarah, para siswa juga diperlihatkan brankas-brankas tua yang usianya mencapai ratusan tahun. Antusiasme terlihat saat mereka menyentuh langsung brankas peninggalan masa kolonial tersebut.

Setelah dari Kantor Radar Surabaya, rombongan murid melanjutkan field trip ke Rumah Abu Marga Han yang dikenal sebagai salah satu pusat sejarah etnis Tionghoa di Surabaya. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Kampung Arab untuk mempelajari lebih jauh jejak migrasi berbagai etnis di kota tersebut. (rul/vga)

 
 
 
Editor : Vega Dwi Arista
#sekolah #siswa #ciputra #migrasi #destinasi