Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Masuki Malam Ke-21 Ramadan, 10 Ribu Jemaah Padati Masjid Al Akbar Surabaya untuk Qiyamul Lail

Rahmat Sudrajat • Rabu, 11 Maret 2026 | 07:04 WIB

Jemaah di masjid Al Akbar Surabaya saat mengikuti shalat tahajud berjemaah saat qiyamul lail.
Jemaah di masjid Al Akbar Surabaya saat mengikuti shalat tahajud berjemaah saat qiyamul lail.

RADAR SURABAYA - Suasana di Masjid Al Akbar Surabaya (MAS) pada Rabu (11/3) dini hari, tak seperti biasanya, penuh dengan ribuan umat muslim.

Sejak Selasa (10/3) malam usai shalat tarawih, mereka sudah memadati kompleks masjid untuk mengikuti malam qiyamul lail atau 10 hari terakhir bulan ramadan.

Para jemaah terlihat membaca Alquran, berdiam diri dalam itikaf, berdzikir, hingga beristirahat di lantai masjid sembari menunggu waktu ibadah dimulai. Bahkan sebagian membawa kasur dan menginap di halaman masjid.

Malam ke-21 ramadan merupakan malam ganjil yang dipercaya memiliki keutamaan khusus.
Pukul 01.00 WIB, KH. Abdul Hamid Abdullah membuka rangkaian aktivitas dengan dzikir, muhasabah, dan tausiyah tentang pentingnya memanfaatkan 10 hari akhir ramadan untuk beribadah, termasuk menjelaskan manfaat shalat tahajud dan shalat tasbih.

Kemudian pukul 01.30 hingga 03.00 WIB dilaksanakan shalat tahajud sebanyak 4 rakaat 2 salam, shalat tasbih 4 rakaat 2 salam, dan ditutup dengan shalat hajat 2 rakaat 1 salam.

Pada saat shalat berlangsung, lampu masjid dipadamkan untuk menambah khusyuk para jemaah.
Humas Masjid Al Akbar Surabaya, Helmy M Noor, jumlah jemaah yang mengikuti Qiyamul Lail pada malam tersebut sekitar 10.000 orang.

"Jika melihat jumlah saf, ini masih pada angka 10.000-an lah. Karena kan satu saf di garis tengah itu kan 100. Saya tadi sudah keliling jamaah perempuan maupun jamaah laki-laki sangat padat. Dan masih awal kan, apalagi cuaca sangat mendukung lah," tuturnya, Rabu (11/3).

Pihaknya telah menyiapkan ruang ibadah di lantai 1 dan 2 dengan kapasitas total 40 ribu jemaah.
Untuk kenyamanan dan keamanan, mereka bekerja sama dengan kepolisian dan menyiapkan tenaga pendukung.

"Kita koordinasi dengan teman-teman kepolisian untuk membantu pengamanan. Kemudian kami juga menyiapkan 99 relawan atau volunteer. Tujuannya satu ya membantu jamaah,” jelas Helmy.

“Kalau nanya di mana toiletnya, di mana tempat wudunya, mereka yang akan menjelaskan. Termasuk juga ikut mengamankan lah. Jadi total hari ini ada sekitar tim hampir 120-an yang bertugas untuk memberikan panduan kenyamanan jamaah," imbuhnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa jemaah tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga dari luar kota.
Banyak di antaranya merupakan peziarah yang setelah mengunjungi Makam Wali di Ampel, melanjutkan ibadah ke Masjid Al Akbar.

"Trennya adalah orang-orang ziarahnya ke Ampel. Kemudian salat malamnya di sini. Tadi saya lihat di sisi selatan itu ada sekitar lebih dari 10 bus itu. Jadi memang trennya ziarah di Ampel, salat malam di Al-Akbar. Termasuk sahur di sini," katanya.

Untuk kebutuhan jemaah selama sahur pihaknya juga menyediakan ribuan boks nasi sahur yang dibagikan mulai pukul 01.00 WIB, serta air mineral tak terbatas yang tersedia di 8 titik lemari pendingin.

"Karena terbatasnya jumlah nasi sahur, Masjid Al Akbar menyarankan kepada para jamaah untuk membawa bekal sahur sendiri," terangnya.

Helmy juga mengimbau agar jemaah menyimpan alas kaki dalam tas kecil sebelum memasuki ruang sholat, guna menghindari kerumunan setelah aktivitas berakhir.

Salah satu jemaah dari Riau, Fadilah Putri, mengaku baru pertama kali mengikuti Qiyamul Lail di Masjid Al Akbar.

Ia memilih masjid tersebut karena merupakan masjid terbesar di kota ini dan memanfaatkan kesempatan mudik ke kampung halaman suaminya untuk beribadah di malam ganjil. "Baru pertama kali ini. Memilih di sini karena masjid terbesar," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa banyak doa yang dipanjatkan pada malam tersebut. "Banyak yang dipanjatkan doanya. Minta ke Allah rejeki, sehat dan lebih baik dari sebelumnya," ungkap Fadilah, yang juga menyatakan telah beristirahat terlebih dahulu untuk tetap bugar hingga subuh. (rmt/nur) 

Editor : Nurista Purnamasari
#lailatul qadar #surabaya #jemaah #iktikaf #Masjid Al Akbar #ramadan #qiyamul lail