Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jelang Lebaran, Ratusan Marbot, Guru Ngaji, Pengumpul Sampah hingga Penggali Kubur di Surabaya Dapat Rezeki Dadakan

Nofilawati Anisa • Selasa, 10 Maret 2026 | 22:10 WIB

BAHAGIA: Sejumlah guru ngaji menunggu waktu berbuka setelah sebelumnya antre membeli takjil dengan voucher yang diberikan IPIP dalam rangka bakti sosial akbar, Senin (9/3).
BAHAGIA: Sejumlah guru ngaji menunggu waktu berbuka setelah sebelumnya antre membeli takjil dengan voucher yang diberikan IPIP dalam rangka bakti sosial akbar, Senin (9/3).

RADAR SURABAYA – Wajah Mochammad Zuhdi tampak sumringah. Pria 62 tahun ini menjadi salah satu dari 200 tamu istimewa di acara bakti sosial “Jalinan Kasih Ramadan” yang dihelat Ikatan Perempuan Indonesia Peduli (IPIP).

Ratusan tamu itu disebut istimewa karena mereka adalah para marbot, guru ngaji, pengumpul sampah hingga penggali kubur dari berbagai Kawasan di Surabaya.

IPIP mengumpulkan ke-200 tamu itu dalam rangkaian acara kegiatan bakti sosial akbar Ramadan.

“Baru kali ini ikut acara seperti ini. Ya alhamdulillah diundang. Tentu saja senang,” kata Zuhdi ditemui di acara Jalinan Kasih Ramadan yang dihelat di Livin land by Mandiri, Senin (9/3).

Zuhdi adalah penggali kubur di Kawasan Bulak Banteng. Ia menjalani profesi mulia itu sudah sejak 8 tahun lalu.

“Kalau gaji ya nggak ada, tapi setiap bulan dapat bantuan Rp 200 ribu,” sambung Zuhdi.

Ketua Umum IPIP Asrilia Kurniati mengatakan kegiatan bakti sosial akbar tersebut rutin digelar setiap bulan Ramadan.

Acara ini sebagai bentuk kepedulian komunitas terhadap masyarakat yang membutuhkan, yang juga didukung oleh Bank Mandiri.

“Kegiatan ini merupakan bakti sosial akbar yang rutin kami adakan setiap Ramadhan, sekitar 10 hari hingga satu pekan menjelang Lebaran,” kata.

Ia menjelaskan para penerima santunan memperoleh bantuan uang sebesar Rp 400.000 serta paket sembako senilai Rp 200.000.

“Kami berharap bantuan yang tak sebera ini bisa ikut membantu kebutuhan menjelang lebaran,” sambungnya.

Asrilia menuturkan langkah tersebut diharapkan dapat membantu penerima mengelola keuangan secara lebih baik di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Lebih lanjut ia menjelaskan, tahun lalu kegiatan bakti sosial IPIP menjangkau sekitar 2.000 penerima dari kalangan kaum duafa.

Namun pada tahun ini jumlah penerima dikurangi agar nilai bantuan yang diberikan dapat lebih besar.

Menurut dia, sasaran penerima tahun ini diprioritaskan kepada profesi yang jarang mendapat perhatian, seperti marbot masjid, guru ngaji, penggali kubur, dan pengumpul sampah.

“Kelompok ini jarang mendapat perhatian, padahal penghasilan mereka sangat terbatas bahkan ada yang hanya menerima imbalan secara sukarela,” ujarnya.

Asrilia berharap santunan yang diberikan dapat membantu meringankan kebutuhan para penerima serta mempererat silaturahmi antara komunitas sosial dengan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut setiap tahun dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” pungkas penyanyi cantik itu. (ara/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#penggali kubur #bakti sosial #guru ngaji #Ikatan Perempuan Indonesia Peduli #jalinan kasih ramadan #pengumpul sampah #marbot