RADAR SURABAYA - Seorang bocah berusia 10 tahun ditemukan meninggal dunia tenggelam di waduk Jalan Raya Sambikerep Nomor 121 tepatnya belakang kantor Kelurahan Sambikerep, Surabaya, Selasa (10/3) pukul 12.31.
Korban IR, 10, warga Dukuh Bungkal Sambikerep, Surabaya. Mayat korban ditemukan petugas BPBD di dasar waduk kedalaman sekitar 1, 5 meter lebih.
Kabid Darlog BPBD Kota Surabaya Linda Novanti mengatakan, petugas BPBD menerima laporan ada anak tenggelam di waduk pukul 12.25.
Petugas BPBD tiba di lokasi waduk, korban belum ditemukan. Petugas bersama warga melakukan pencarian dengan teknik penyelaman manual. Tak lama kemudian, korban ditemukan dengan kondisi meninggal dunia.
"Untuk korban tenggelam ditemukan dengan kondisi masih di dasar waduk jarak kurang lebih 3 meter dari posisi awal tenggelam," ucapnya, Selasa (10/3).
Linda menjelaskan, korban dievakuasi ke atas daratan dan dilakukan proses identifikasi oleh Tim Inafis Polrestabes Surabaya.
Usai dilakukan identifikasi jenazah korban dievakuasi menggunakan ambulans ke kamar mayat RSUD Dr Soetomo untuk divisum.
Kanit Reskrim Polsek Lakarsantri Ipda Aris Nuryanto mengungkapkan kejadian nahas bermula saat korban IR bersama dua temannya bermain renang di waduk belakang kantor Kelurahan Sambikerep Selasa siang. Tiba-tiba korban tenggelam di waduk.
"Dua temannya minta tolong warga di Kantor Kelurahan. Setelah dilakukan pencarian petugas BPBD dan warga korban ditemukan sudah meninggal dunia di dasar," sebutnya.
Mantan Kanit Reskrim Polsek Gunung Anyar menegaskan, untuk penyebab pasti korban tenggelam masih dalam proses penyelidikan.
Sementara tetangga korban Siti Majumah menuturkan, korban sebelumnya mencari katak bersama dua temannya di sekitar danau.
Korban tidak bisa berenang. Namun sudah keluar. Tiba-tiba diajak sosok remaja misterius yang datang dari air waduk (bukan temannya).
"Katanya muncul dari air itu, lalu digendong. Posisi digendong, habis itu dijeburno (diceburkan) kata anak-anak tadi seperti itu," sebutnya.
Korban IR sendiri, lanjut Majumah, sempat meminta tolong dengan melambaikan tangan. Namun dua temannya tak bisa berbuat banyak.
Teman korban sempat meminta tolong wargan sekitar. Namun korban sudah tenggelam dan nyawanya tak terselamatkan.
"Korban masih duduk di kelas 3 SDN 1 Sambikerep. Dia anak tunggal. Pamit mau main sepakbola di sekolahan berhubung ditutup akhirnya ke sini nyari kodok," pungkasnya. (rus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari