RADAR SURABAYA - Desainer busana asal Surabaya, Lia Afif, menghadirkan koleksi busana muslim terbarunya dalam ajang Muslim Fashion Runaway (Mufway) 2026 yang digelar di Pakuwon Mall Surabaya.
Koleksi bertajuk Anargya tersebut dirancang khusus dengan konsep elegan yang tetap sederhana.
Dalam peragaan busana tersebut, Lia Afif menampilkan sejumlah rancangan busana muslim yang menonjolkan perpaduan tekstur lace bordir eksklusif dengan bahan polos.
Permainan potongan presisi menjadi kekuatan utama koleksi ini, sehingga menghasilkan siluet yang terstruktur namun tetap terasa ringan saat dikenakan.
Menurut Lia Afif, Anargya memiliki makna kemewahan dalam kesunyian.
Konsep tersebut menggambarkan keindahan yang tetap memancarkan pesona meskipun tampil dengan kesederhanaan.
“Anargya berarti kemewahan dalam kesunyian. Koleksi ini menghadirkan siluet yang terlihat berharga, tetapi tetap rendah hati di tengah keriuhan hari kemenangan,” ujar Lia Afif, Senin (9/3).
Ia menjelaskan, tekstur tile atau lace bordir menjadi narasi utama dalam koleksi tersebut.
Detail bordir eksklusif dipadukan dengan potongan yang presisi sehingga memberi struktur pada busana, namun tetap nyaman dan ringan dipakai untuk berbagai aktivitas selama Ramadan hingga Lebaran.
Dari sisi warna, Lia melakukan eksperimen visual dengan memadukan beberapa palet warna kontras yang tetap harmonis.
Di antaranya biru denim dan taupe yang memberi kesan urban, kemudian dipadukan dengan warna lembut seperti sage green, butter yellow, dan off-white.
Perpaduan warna tersebut menciptakan tampilan yang tenang, puitis, sekaligus tetap modern.
Dalam koleksi Anargya, Lia Afif menghadirkan berbagai pilihan busana.
Mulai dari dress lace yang dikombinasikan dengan bahan polos dan detail manik khas Lia Afif, setelan celana dengan potongan elegan, hingga outer layering yang fungsional untuk berbagai momen selama Ramadan.
“Koleksi ini memang khusus untuk Lebaran. Saya memadukan bahan lace dengan bahan polos. Tidak hanya lace, ada juga beberapa motif bunga dan kotak-kotak. Permainan padu padan bahan serta konstruksi cutting menjadi fokus utama dalam desainnya,” jelasnya.
Lebih dari sekadar tampilan estetika, Lia Afif menyebut koleksi Anargya juga membawa pesan nilai batiniah.
Ia ingin mengingatkan bahwa keindahan yang paling autentik adalah keindahan yang tetap bersinar dalam kesederhanaan. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa