Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kajian di Masjid Al Akbar Surabaya, Ajak Generasi Muda Jalani Ramadan Lebih Tenang

Andy Satria • Minggu, 8 Maret 2026 | 17:02 WIB

 

KAJIAN ADEM: Gus Rifqil MS (kiri) memberikan tausyiah kepada para peserta yang hadir, dalam Kajian Adem Ramadan yang digelar di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.
KAJIAN ADEM: Gus Rifqil MS (kiri) memberikan tausyiah kepada para peserta yang hadir, dalam Kajian Adem Ramadan yang digelar di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.

RADAR SURABAYA - Ratusan jamaah memadati Masjid Nasional Al Akbar Surabaya dalam kegiatan Kajian Adem Ramadan 2026, yang digelar untuk menyambut bulan suci Ramadan.

Kegiatan ini menghadirkan penceramah Gus Rifqil Muslim Suyuthi dan Ning Imas Fatmah Zahro, serta diikuti jamaah dari berbagai wilayah di Surabaya dan sekitarnya.

Kajian tersebut merupakan bagian dari rangkaian program #TemanAdemRamadan Aqua, yang menghadirkan ruang refleksi dan ketenangan bagi masyarakat selama menjalani ibadah di bulan Ramadan.

Program ini tidak hanya digelar di Surabaya, tetapi juga dilaksanakan di sejumlah daerah lain di Indonesia seperti Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Kegiatan ini bertujuan mendampingi generasi muda agar dapat menjalani perjalanan spiritual Ramadan dengan lebih tenang, sejuk, dan bermakna.

Selain diisi dengan tausiah keagamaan, Kajian Adem Ramadan juga menghadirkan kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat sekitar masjid serta upaya pemberdayaan umat.

Dalam tausiah yang disampaikan, Gus Rifqil Muslim Suyuthi mengingatkan pentingnya menjaga perilaku selama Ramadan, terutama dalam menjaga ucapan dan sikap sehari-hari.

“Saat Ramadan, umat muslim sebaiknya benar-benar menjaga perilaku, terutama ucapan. Ada pepatah ‘mulutmu harimaumu’. Sekarang bukan hanya ucapan yang perlu dijaga, tetapi juga jari kita ketika menggunakan media sosial,” ujarnya Sabtu (7/3) sore.

Ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak bersikap riya atau pamer dalam menjalankan ibadah.

“Banyak orang ketika beribadah kemudian berswafoto dan mengunggahnya ke media sosial sehingga terkesan riya. Padahal yang terpenting adalah niat beribadah, bukan untuk pamer,” tambahnya.

Sejalan dengan itu, Ning Imas Fatmah Zahro menyampaikan bahwa ibadah puasa merupakan salah satu bentuk ketaatan yang memiliki nilai spiritual tinggi bagi umat Islam.

Sementara itu, Helmy M. Noor, Humas Masjid Al Akbar Surabaya, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik datang ke masjid untuk mengikuti kegiatan keagamaan.

“Mudah-mudahan semakin banyak anak muda yang mau datang ke masjid. Mereka bisa mengisi waktu ngabuburit tidak hanya dengan nongkrong, tetapi juga mendapatkan ilmu keagamaan,” ujarnya.

Di sisi lain, Senior Director Public Affairs and Sustainability Aqua, Karyanto Wibowo, menjelaskan bahwa Masjid Al Akbar Surabaya dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan salah satu masjid terbesar dan ikon umat Islam di Jawa Timur.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat memaknai kesejukan secara lebih luas. Tidak hanya adem secara fisik, tetapi juga adem dalam sikap, tindakan, dan ketenangan hati selama menjalani Ramadan,” kata Karyanto.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kecukupan hidrasi selama menjalankan ibadah puasa agar tubuh tetap sehat dan ibadah dapat dilakukan secara optimal. (sam/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#Gus Rifqil #Ning Imas Fatmah Zahro #Kajian Ramadan #Masjid Nasional Al Akbar Surabaya #pemberdayaan umat