Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Targetkan Warga Miskin Mandiri, Surabaya Bangun Gerakan Zakat Produktif

Dimas Mahendra • Minggu, 8 Maret 2026 | 09:44 WIB

 

Ilustrasi keluarga miskin.
Ilustrasi keluarga miskin.

RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menekankan pentingnya sinergi agar bantuan zakat tersalurkan secara tepat sasaran dan tidak terjadi tumpang tindih. Pendistribusian zakat yang tepat juga mendukung program pengentasan kemiskinan.

Oleh sebab itu, Pemkot Surabaya menggelar rapat koordinasi dengan Kementerian Agama dan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surabaya pada Jumat (6/3).

Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto, yang mewakili Wali Kota Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa rapat ini mengumpulkan seluruh lembaga zakat untuk berdiskusi mengenai pendistribusian zakat.

“Kami berdiskusi agar proses pendistribusian bisa sampai di tempat yang paling tepat. Tidak ada double, tidak ada hal-hal yang kurang perlu, tapi semuanya harus bermanfaat untuk masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Lilik menambahkan, setelah pertemuan ini Pemkot akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan 34 LAZ di Surabaya.

Tidak hanya membahas pendistribusian zakat, kolaborasi juga akan diarahkan pada kegiatan lain seperti program Kampung Pancasila.

“Yang paling bagus tadi mengkolaborasikan kegiatan-kegiatan mereka sehingga menjadi satu kegiatan besar yang bisa menunjang kegiatan pemerintah kota di Kampung Pancasila,” jelasnya.

Kepala Kemenag Kota Surabaya, Muhammad Muslim, menyambut baik langkah ini. Ia menekankan pentingnya pemetaan agar zakat benar-benar tepat sasaran.

“Dari pantauan Pak Wali Kota, banyak yang tumpang tindih. Sudah dikasih Baznas, kemudian ada LAZ juga datang ke satu orang. Adanya rapat ini diharapkan tidak terjadi hal demikian, karena masyarakat miskin yang membutuhkan banyak,” katanya.

Muslim juga menegaskan bahwa pemberian zakat bisa dilakukan secara terstruktur melalui program Kemenag seperti Kampung Zakat atau program Pemkot Surabaya, Kampung Pancasila. Ia mencontohkan, pemetaan bisa dilakukan per wilayah.

“Misalnya di Perak ada berapa warga miskin, kita tuntaskan dalam satu tahun. Baznas dan LAZ semua di situ. Tahun berikutnya pindah ke Benowo. Dengan begitu kita yakin di luar APBD kita bisa memberdayakan masyarakat dengan baik, asalkan terkoordinasi,” tuturnya.

Lebih jauh, Muslim berharap kolaborasi ini tidak hanya menyalurkan zakat, tetapi juga mendorong transformasi dari mustahik menjadi muzakki.

Artinya, penerima zakat kelak bisa mandiri secara ekonomi, memiliki usaha, dan akhirnya mampu menjadi pemberi zakat.

“Kalau sudah tertata semua, Pak Wali ingin ini bisa tercapai dalam setahun, dari mustahik menjadi muzakki, dari menerima menjadi pemberi,” pungkasnya. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#warga miskin #surabaya #Zakat Produktif #zakat #kemiskinan #pemkot surabaya