RADAR SURABAYA - Cuaca di Kota Surabaya pada Sabtu 8 Maret 2026 diperkirakan didominasi kondisi berawan sejak pagi hingga siang hari. Memasuki siang hingga sore, potensi hujan disertai petir mulai meningkat di sejumlah wilayah.
Pada pukul 05.00 hingga 07.00 WIB, cuaca diprakirakan berawan hingga mendung dengan suhu berkisar 26–28 derajat Celsius. Kelembapan udara relatif tinggi, berada di kisaran 78–85 persen dengan kecepatan angin sekitar 13–14 kilometer per jam.
Memasuki pagi menjelang siang, tepatnya pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, kondisi langit masih berawan dengan suhu meningkat dari 29 hingga 32 derajat Celsius. Suhu terasa dapat mencapai 33–38 derajat Celsius akibat tingkat kelembapan yang masih cukup tinggi.
Pada pukul 11.00 hingga 14.00 WIB, hujan ringan hingga badai petir terisolasi berpotensi terjadi di beberapa wilayah. Suhu udara diprakirakan berada di kisaran 31–32 derajat Celsius dengan peluang hujan sekitar 12–21 persen.
Potensi hujan semakin meningkat pada sore hari. Pada pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, hujan disertai petir diprakirakan terjadi dengan peluang sekitar 51–53 persen. Suhu udara mulai turun menjadi 29–30 derajat Celsius dengan kecepatan angin meningkat hingga 22–23 kilometer per jam.
Memasuki malam hari pukul 18.00 hingga 20.00 WIB, cuaca diprakirakan masih didominasi hujan ringan hingga hujan sesaat. Suhu udara berada di kisaran 27–28 derajat Celsius dengan kelembapan sekitar 79–84 persen.
Sementara itu, pada pukul 21.00 hingga 23.00 WIB, hujan disertai petir masih berpotensi terjadi dengan peluang 39–46 persen. Suhu udara diprakirakan sekitar 26–27 derajat Celsius dengan kondisi langit tetap mendung.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan yang dapat disertai petir pada sore hingga malam hari, terutama bagi pengendara maupun warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) melakukan pengecekan guna memastikan kondisi peralatan Early Warning System (EWS) yang tersebar di berbagai daerah di provinsi itu berfungsi saat terjadi cuaca ekstrem.
Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto mengemukakan saat terjadi cuaca ekstrem di berbagai wilayah pihaknya terus meminta dukungan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kewaspadaan, utamanya yang ada di daerah kawasan rawan bencana, baik banjir, longsor, maupun tsunami.
"Selain masyarakat yang harus meningkatkan kewaspadaannya, peralatan EWS juga kami cek kondisinya, dan personel BPBD juga kami tingkatkan kesiagaannya," kata Gatot. (*)
Editor : Lambertus Hurek