Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pesan Penting Rektor pada 10 Guru Besar Baru Ubaya

Andy Satria • Kamis, 5 Maret 2026 | 05:49 WIB

 

GURU BESAR: Sebanyak 10 guru besar baru Universitas Surabaya (Ubaya), berfoto bersama setelah pengukuhan yang digelar di kampus setempat.
GURU BESAR: Sebanyak 10 guru besar baru Universitas Surabaya (Ubaya), berfoto bersama setelah pengukuhan yang digelar di kampus setempat.

RADAR SURABAYA - Universitas Surabaya (Ubaya) mengukuhkan 10 guru besar baru dalam rapat senat terbuka yang digelar di Lantai 5 Gedung Perpustakaan Kampus Ubaya Tenggilis.

Penambahan ini membuat total profesor aktif di Ubaya kini menjadi 36 orang.

Kesepuluh guru besar yang dikukuhkan berasal dari berbagai fakultas. Dari Fakultas Hukum, Prof. Dr. Go Lisanawati dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Hukum Anti Pencucian Uang.

Fakultas Farmasi menyumbang empat profesor baru, yakni Prof. Oeke Yunita (Karakterisasi Herbal), Prof. Amelia Lorensia (Farmasi Klinis Komunitas Penyakit Pernapasan), Prof. Rika Yulia (Biomedis Klinis), dan Prof. Kartini (Teknologi Fitofarmasi).

Dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika, dua guru besar baru yang dikukuhkan adalah Prof. Felizia Arni Rudiawarni (Market-Based Accounting Research) dan Prof. Werner R. Murhadi (Manajemen Keuangan dan Investasi).

Sementara itu, Fakultas Teknik menghadirkan Prof. Joko Siswantoro (Pembelajaran Mesin) dan Prof. Lisana (Technology Adoption in Education). Adapun dari Fakultas Teknobiologi, Prof. Sulistyo Emantoko Dwi Putra dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Bioteknologi.

Rektor Ubaya Dr. Ir. Benny Lianto menyampaikan bahwa pengukuhan 10 guru besar ini bukan sekadar pencapaian akademik individu. Lebih dari itu, menurutnya, hal tersebut merupakan wujud integritas intelektual dan komitmen kebermanfaatan bagi masyarakat.

“Pengangkatan guru besar bukan sekadar pencapaian akademik individual, tetapi wujud integritas intelektual dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Ini juga memperkuat ekosistem riset dan inovasi Ubaya,” ujar Benny, melalui keterangannya, Rabu (4/3).

Ia menambahkan, bertambahnya jumlah profesor diharapkan mampu memperkuat kepemimpinan ilmiah, memperluas kolaborasi riset, serta mendorong hilirisasi inovasi agar hasil penelitian bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dan dunia industri.

“Kami berharap lahir penelitian unggul, kolaborasi industri lebih luas, dan solusi inovatif yang berdampak bagi bangsa,” imbuhnya.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII, Prof. Dyah Sawitri, turut mengingatkan bahwa para guru besar memiliki tanggung jawab moral sebagai agen perubahan.

Ia mendorong agar peningkatan daya saing riset terus dilakukan, sejalan dengan penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Menurutnya, kontribusi nyata para profesor sangat dibutuhkan untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dalam menyongsong Indonesia Emas. (sam/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#guru besar #universitas surabaya #profesor #ubaya #dyah sawitri #Benny Lianto #LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur