Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Umsura Gaungkan Perdamaian Dunia di Tengah Ketegangan Iran-Israel

Andy Satria • Selasa, 3 Maret 2026 | 14:55 WIB

PESAN DAMAI: Rektor Umsura, Prof Mundakir (kiri) bersama akademisi asal Iran, Dr. Amir Rezaei Panah (tengah) berbincang, setelah kuliah tamu internasional yang digelar di kampus setempat, Selasa (3/3)
PESAN DAMAI: Rektor Umsura, Prof Mundakir (kiri) bersama akademisi asal Iran, Dr. Amir Rezaei Panah (tengah) berbincang, setelah kuliah tamu internasional yang digelar di kampus setempat, Selasa (3/3)

RADAR SURABAYA - Di tengah meningkatnya ketegangan Iran dan Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat, Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) memilih menyuarakan pesan damai.

Melalui Fakultas Hukum, kampus ini menggelar kuliah tamu internasional sekaligus aksi simbolik penancapan bendera negara-negara dunia sebagai bentuk seruan perdamaian global.

Kegiatan yang berlangsung di kampus setempat, Selasa (3/3), menghadirkan akademisi asal Iran, Dr. Amir Rezaei Panah dari Shahid Beheshti University, Teheran.

Kuliah bertema International Law, Islamic Civilization Cooperation, and Future Peace: A Comprehensive Dialogue Between Iran and Indonesia tersebut membahas peran hukum internasional serta kerja sama peradaban Islam dalam menciptakan perdamaian masa depan.

Rektor Umsura, Prof. Dr. Mundakir menegaskan, kampus memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan dialog dan memperkuat nilai kemanusiaan di tengah situasi global yang tidak menentu.

“Tema hukum internasional dalam menciptakan perdamaian sangat relevan dengan kondisi dunia saat ini. Sebagai masyarakat akademik yang menjunjung nilai kemanusiaan dan cinta damai, kami menyerukan pentingnya perdamaian global,” ujarnya.

Tak sekadar diskusi, kegiatan ini juga diwarnai aksi simbolik penancapan bendera berbagai negara pada peta dunia.

Prosesi dilakukan oleh Prof. Mundakir bersama Dr. Amir Rezaei Panah dan mahasiswa internasional yang berasal dari Uzbekistan, Pakistan, Yaman, Mali, Sudan, dan Afghanistan.

Ratusan mahasiswa Fakultas Hukum juga turut ambil bagian dengan mengangkat bendera negara-negara dunia sambil bergandengan tangan.

Aksi tersebut menjadi simbol solidaritas global dan komitmen generasi muda dalam menjaga perdamaian.

Prof. Mundakir menambahkan, kuliah umum ini merupakan tindak lanjut kerja sama akademik antara kampus tersebut dan mitra di Iran.

Sebelumnya, pihak fakultas telah melakukan kunjungan ke Iran, dan kini mendapat kunjungan balasan untuk memperkuat kolaborasi keilmuan.

Sementara itu, Dr. Amir Rezaei Panah menekankan pentingnya membangun kembali cara hidup Islami yang progresif dan berpusat pada iman.

Menurutnya, peradaban Islam memiliki nilai yang mampu mengintegrasikan spiritualitas, etika, teknologi, dan pembangunan secara harmonis.

“Masa depan harus dilihat melalui lensa budaya dan peradaban, dengan realisme dan pragmatisme, bukan terjebak pada perpecahan masa lalu,” jelasnya.

Dekan Fakultas Hukum Umsura, Satria Unggul Wicaksana, menilai eskalasi konflik global saat ini telah melampaui sekadar manuver politik dan berpotensi mengarah pada perang terbuka.

Ia menyoroti dampak kemanusiaan yang ditimbulkan, termasuk korban sipil.

“Ketika diplomasi diabaikan dan digantikan kekuatan militer, dunia tidak hanya kehilangan kedamaian, tetapi juga kehilangan akal sehat,” tegasnya.

Menurut Satria, Indonesia memiliki posisi strategis melalui politik luar negeri Bebas-Aktif.

Berlandaskan amanat konstitusi untuk ikut menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, Indonesia dapat menjadi kekuatan lunak atau soft power dalam mendorong penyelesaian konflik secara damai. (sam/opi)

 

 

Editor : Nofilawati Anisa
#amerika serikat #iran israel #ketegangan #perdamaian dunia #pesan damai #Fakultas Hukum #umsura