RADAR SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan kapasitasnya dalam pengembangan robotika dan artificial intelligence (AI) dengan memperkenalkan inovasi RoboDog.
Dalam kolaborasi dengan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Nokia, dan NVIDIA, robot anjing otonom yang bisa dikendalikan dari jarak ribuan kilometer diperlihatkan di AI-Ran Research Center, Surabaya.
Sinergi keempat institusi menjadi kunci terwujudnya inovasi ini.
IOH memimpin pengembangan Artificial Intelligence Radio Access Network (AI-RAN), Nokia menyediakan infrastruktur jaringan 5G sebagai tulang punggung konektivitas, NVIDIA mendukung komputasi berbasis Graphics Processing Unit, sementara ITS mengintegrasikan seluruh komponen ke dalam fisik robotika yang siap dioperasikan.
Perwakilan Pengembang RoboDog ITS Yuke Brilliant Hestiavin menjelaskan kemampuan yang dimiliki oleh robot tersebut.
“RoboDog dirancang mampu menerima perintah suara manusia dan memahami konteks instruksi. Tak hanya itu, sensor kamera dan LiDAR RoboDog memungkinkan robot untuk membaca kondisi sekitar secara real-time. Kemampuan ini dapat dikendalikan dalam jarak ribuan kilometer,” ungkap Yuke, Senin (2/3).
Dalam demonstrasi yang dilakukan, RoboDog di Surabaya dapat menerima perintah suara dari pengguna di Barcelona, Spanyol untuk memeriksa kondisi lokasi, mendeteksi potensi bahaya, hingga memastikan tidak ada aktivitas mencurigakan.
Mahasiswa Departemen Teknik Komputer ITS tersebut menilai bahwa kemampuan robot untuk memahami situasi membuatnya cocok diterapkan pada industri yang berisiko tinggi bagi manusia.
VP Head of Technology Strategy & Partnership Management IOH Irwan Radius menyebutkan bahwa AI-RAN menjadi fondasi utama dari sistem tersebut.
“Teknologi ini memungkinkan sinkronisasi antara pusat pemantauan di Spanyol dan robot di Surabaya dengan jeda sangat rendah,” tutur Irwan.
Lanjut Irwan, dengan pendekatan ini kecerdasan buatan tidak lagi diproses di server terpusat yang jauh, melainkan diintegrasikan pada infrastruktur jaringan 5G.
“Jaringan yang semula hanya berperan sebagai pengirim data, kini dapat menjadi pusat pemrosesan komputasi berbasis AI. Arsitektur ini memungkinkan latensi ultra-rendah yang dibutuhkan untuk pengembangan AI berbentuk fisik seperti robotika dan drone otonom,” paparnya.
Teknologi ini akan dipamerkan dalam ajang Mobile World Congress 2026 yang digelar di Barcelona pada Maret mendatang.
Irwan menilai partisipasi ini menjadi bukti bahwa Indonesia tidak hanya sebagai pasar teknologi AI, tetapi juga mampu menciptakannya.
“Semoga melalui forum internasional ini, inovasi anak bangsa semakin mendapat ruang dan peluang kolaborasi di kancah global,” harapnya.
Partisipasi ITS mencerminkan kapasitas sumber daya manusia dalam merancang inovasi yang relevan bagi industri masa depan.
Langkah ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas, poin 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta poin 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (rmt)
Editor : Nofilawati Anisa