RADAR SURABAYA - Satu pekerja perbersih kaca gedung yang terombang-ambing usai terkena angin di apartemen kawasan Surabaya Barat dinyatakan meninggal dunia, Senin (2/3) sore. Sementara satu orang pekerja lainnya mengalami luka-luka dan kini dirawat di Rumah Sakit (RS).
"Satu orang yang terombang-ambing luka di kepala dan meninggal dunia," ujar Kabid Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya M Rohim, Senin (2/3).
Dia menambahkan, untuk satu pekerja lainnya mengalami luka-luka dan syok. Korban luka dievakuasi ke RS. "Tadi setelah menerima laporan kami kerahkan dua Unit Tim Rescue dari Wiyung dan Pasar Turi. Evakuasi melibatkan tim sana ada gondola rescue dan BPBD," ucapnya.
Dijelaskan Rohim, saat kejadian korban sebenarnya sudah mau turun karena cuaca hendak turun hujan dan angin kencang. Namun baru sampai di lantai 26, sudah hujan dan angin kencang. Satu orang pekerja lepas dari gondola dan terombang-ambing di ketinggian.
"Ada dua gondola. Ini (korban) bagian sealant. Ada yang membersihkan ada yang sealant, jadi ada dua gondola. Pas hujan satu sudah turun. Ini sudah mau turun posisi tinggi mau turun cuma nggak nutut. Yang satu sudah turun. Yang satu posisi masih di lantai 26," bebernya.
Dia menegaskan untuk identitas korban masih didata. "Mohon waktu untuk identitad korban," ucapnya.
Informasi yang dihimpun, korban meninggal dunia ES, 51, warga Tambak Wedi Kenjeran. Sementara korban luka RB, 56, warga Tambak Wedi, Kenjeran Surabaya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto