Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Antisipasi Balap Liar, Pemkab Sidoarjo Bangun Sirkuit Drag Race Mulai 2027

Diky Putra Sansiri • Jumat, 27 Februari 2026 | 15:43 WIB

Bupati Sidoarjo Subandi
Bupati Sidoarjo Subandi

RADAR SURABAYA – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyiapkan langkah konkret untuk menekan maraknya balap liar dengan membangun sirkuit drag race resmi mulai 2027. Fasilitas ini ditargetkan rampung bertahap dalam lima tahun masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati.

Bupati Sidoarjo, Subandi, menegaskan desain dan perencanaan teknis sirkuit sudah disiapkan. Pembangunan tersebut menjadi salah satu prioritas strategis daerah sebagai solusi jangka panjang atas praktik balap liar yang kerap meresahkan warga, terutama di kawasan Tol HK, Jabon.

Baca Juga: Sebut Operasi Balap Liar Hari Cair, TikToker Sidoarjo Dijemput Polisi

“Kami sudah punya perencanaan dan gambar sirkuit. Tahun 2027 kita bangun, targetnya selesai dalam masa jabatan lima tahun, agar anak-anak Sidoarjo punya fasilitas resmi,” ujar Subandi, Jumat (27/2).

Menurutnya, keberadaan sirkuit resmi bukan sekadar sarana olahraga, tetapi juga upaya preventif untuk memindahkan aktivitas balap dari jalan umum ke tempat yang aman dan terkontrol. Selama ini, balap liar di jalan raya dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan pembalap maupun pengguna jalan lainnya.

Baca Juga: Bubarkan Balap Liar di Jalan Dharmahusada Surabaya, Tim Patroli Perintis Polda Jatim Amankan Lima Pemuda

Untuk merealisasikan proyek tersebut, Pemkab Sidoarjo memperkirakan kebutuhan anggaran sekitar Rp 5 miliar. Sejumlah lokasi kini tengah dikaji secara teknis dan administratif, termasuk status kepemilikan lahan milik pemerintah daerah.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo, Yudhi Irianto, sebelumnya menyebut kawasan Tol HK menjadi salah satu opsi karena tingkat kepadatan penduduknya relatif rendah sehingga dampak kebisingan dapat diminimalkan.

Baca Juga: Sebanyak 51 Unit Motor Hasil Curanmor dan Balap Liar Sudah Diambil Pemilik, Bazar Pengembalian Barang Bukti Tetap Buka Akhir Pekan

“Tol HK menjadi salah satu opsi karena tingkat kepadatan penduduknya rendah. Jadi dampaknya ke masyarakat sekitar bisa diminimalkan,” jelasnya.

Selain Tol HK, beberapa alternatif lokasi juga masuk dalam kajian, seperti Jalan Porong–Kalisogo, area MPP, Tol Pedot, Waru, hingga Desa Lebo. Dari sejumlah opsi tersebut, Desa Lebo dinilai cukup potensial dengan panjang lintasan sekitar 540 meter.

“Masih dalam tahap kajian teknis dan pengusulan,” tambahnya.

Pembangunan sirkuit ini merupakan bagian dari empat rencana induk (masterplan) pembangunan 2026 yang dipaparkan Bupati Subandi. Selain sektor olahraga, prioritas lain mencakup pendidikan, perbaikan infrastruktur jalan, pembangunan taman atau ruang terbuka hijau, serta pembenahan sistem irigasi dan normalisasi sungai.

Subandi menyebut seluruh perencanaan telah berbasis data dan pemetaan kebutuhan hingga tingkat kecamatan, yang disusun bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember pada 2025.

Meski menghadapi tantangan fiskal akibat berkurangnya transfer anggaran dari pemerintah pusat sekitar Rp 450 miliar pada 2026, Pemkab Sidoarjo tetap optimistis proyek strategis ini dapat direalisasikan sesuai tahapan. Pemerintah berharap, dengan hadirnya sirkuit resmi, praktik balap liar bisa ditekan dan keselamatan masyarakat lebih terjamin. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#pemkab #bupati #drag race #balap liar