RADAR SURABAYA - Sebanyak 16 remaja diduga hendak tawuran diamankan Tim Jogoboyo Sat Samapta Polrestabes Surabaya selama satu minggu pertama Ramadan. Belasan remaja itu diamankan dari kawasan Jalan Banyuurip, Tambaksari, dan Simokerto.
Kasat Samapta Polrestabes Surabaya AKBP Erika Purwana Putra mengatakan, di TKP Banyuurip diamankan sebanyak sembilan orang. Satu orang diproses hukum dan delapan orang hanya pengikut.
Di Tambaksari polisi mengamankan lima orang pemuda. Kelimanya diamankan di Jalan Kenjeran, tiga orang dan Jalan Bogen, dua orang. Sementara di kawasan Simokerto, diamankan dua orang.
"Total keseluruhan yang terdata diamankan 16 orang dari tiga lokasi utama Banyu Urip, Tambaksari dan Simokerto," ungkap Erika, Jumat (27/2).
Dijelaskan Erika, belasan pemuda dan remaja yang diamankan mereka bukan hanya perang sarung namun diduga akan tawuran antar kelompok.
Barang bukti yang diamankan terdapat empat buah sajam (termasuk celurit),sebuah besi, sebuah pipa paralon modifikasi dan empat unit motor. "Untuk yang terbukti membawa sajam sudah diproses," tegasnya.
Mantan Wakapolres Gresik ini menambahkan untuk yang ikut-ikutan dilakukan pembinaan dengan dipanggil orang tua dan pihak sekolah ke kantor polisi.
"Mereka diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi dan wajib lapor," terangnya.
AKBP Erika menuturkan untuk antisipasi perang sarung dan gangguan kamtibmas, Tim Jogoboyo rutin patroli setiap malam hingga dini hari selama Ramadan di jalanan Kota Pahlawan.
"Sebagai upaya preventif menjaga kamtibmas di wilayah Surabaya, kami meningkatkan patroli rutin siang dan malam pada titik serta jam rawan, termasuk pemukiman, objek vital, dan lokasi yang berpotensi terjadi balap liar maupun tawuran," pungkasnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto