Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ngabuburit dengan Belajar Tari Sufi Jadi Sarana Spiritual Anak-Anak di Mojo Surabaya

Rahmat Sudrajat • Rabu, 25 Februari 2026 | 15:49 WIB

 

 BERKESENIAN: Antusias anak-anak saat berlatih tari sufi menjelang berbuka puasa di kawasan Mojo Surabaya.
BERKESENIAN: Antusias anak-anak saat berlatih tari sufi menjelang berbuka puasa di kawasan Mojo Surabaya.

RADAR SURABAYA - Berbagai cara dilakukan masyarakat untuk mengisi waktu menunggu berbuka puasa atau ngabuburit, seperti di kawasan Mojo Surabaya.

Sejumlah anak-anak mengisi waktu tersebut dengan belajar tari sufi di dalam masjid dengan diiringi hadrah mereka terus berputar sambil menghayati.

Dengan antusias, mereka memperagakan tarian religius yang berasal dari Turki, berputar mengikuti irama salawat dan hadrah.

Latihan dilakukan sejak pukul 16.00 hingga menjelang berbuka puasa, dan dianggap mampu mengasah jiwa spiritual serta membantu meditasi diri agar belajar lebih fokus.

Menurut salah satu penari sufi cilik, Adam Asmara Dana, awalnya ia kesulitan saat melakukan gerak berputar sambil menggerakan tangan.

Bahkan diawal mencoba terasa pusing karena belum terbiasa.

"Ini belajar tari sufi sambil menunggu waktu berbuka puasa dan saya belajar tari sufi sejak usia 4 tahun dan kini saya sudah bisa dan tidak pusing lagi malah enak dan asyik melakukan hal ini," ujarnya, Rabu (25/2).

Bahkan saat puasa dengan menggerakkan badan secara berputar, ia mengaku tidak merasa haus apalagi lapar.

Padahal gerakan tari sufi ini menguras tenaga. "Pas puasa gini gak haus dan gak lapar," tuturnya.

Sementara itu, Dodik Heriawan, pelatih tari sufi menjelaskan, minat anak-anak muncul karena keunikan tarian yang diperkenalkan ke Indonesia sekitar tahun 1207.

Ia mulai memperkenalkannya di kampung Jalan Rangkah Surabaya pada tahun 2018.

Awalnya hanya memperagakan di pentas Agustusan, namun seiring waktu banyak anak-anak yang tertarik hingga ia membuka sanggar di rumahnya dan kini melatih keliling antar kampung di Surabaya.

"Ini tadi anak-anak ngabuburit sambil belajar tari sufi dan memang terdapat teknik tersendiri dari tari sufi ini, agar tidak pusing yaitu berputar sambil melirik jempol kanan untuk memfokuskan dan hati terus berdzikir guna mendekatkan pada sang ilahi," jelas Dodik.

Menurutnya, tari sudi ini dimaknai bagian dari mendekatkan diri kepada Tuhan dengan berputar seperti tawaf jadi energi keluar.

"Kita bisa belajar mendekatkan diri kepada tuhan, karena gerakannya berputar ke kiri dan ke kanan seperti ya seperti orang tawaf," katanya.

Pada Ramadan ini anak-anak semakin semangat mengikuti latihan karena waktu tak terasa berlalu saat menunggu berbuka puasa.

Menurutnya hal yang paling sulit adalah fokus. Saat berputar, mereka serasa tenggelam dalam kecintaan kepada sang pencipta, dan latihan yang disertai zikir juga mampu menenangkan jiwa.

"Sebetulnya tidak sulit karena membutuhkan konsentrasi yang penuh intinya jangan sampai bayangan kemana-mana. Kalau anak kecil lebih mudah karena tidak memikirkan apa-apa kalau sudah tua sulit karena kerap memikirkan apa-apa," pungkasnya. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#hadrah #mojo surabaya #spiritual #ngabuburit #tari sufi #salawat #adam asmara dana #buka puasa