RADAR SURABAYA - Menjelang Hari Raya Idulfitri, warga Perumahan Gunung Anyar Harapan RW 05, Kecamatan Gunung Anyar, berharap dapat menyambut tamu dalam lingkungan yang bersih dan nyaman.
Namun, kondisi akses utama menuju permukiman justru dikeluhkan kumuh akibat tumpukan rongsok dan keberadaan gubuk sampah di tepi jalan.
Keluhan tersebut langsung ditinjau Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Laila Mufidah, Senin (23/2/2026). Di lokasi, ia mendapati gubuk sederhana beratap seadanya yang dipenuhi barang bekas, bahkan terdapat kasur dan bantal di dalamnya. Warga menyebut gubuk tersebut terkadang dihuni.
Tak hanya itu, di sepanjang jalan utama juga terlihat aktivitas penjemuran serta penumpukan sampah plastik yang dinilai mengganggu estetika dan kenyamanan lingkungan.
“Kasihan warga Gunung Anyar Harapan. Ini akses utama mereka jadi kumuh. Apalagi ini mau Lebaran,” kata Laila.
Politisi PKB itu menilai kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, mengingat jalan tersebut merupakan akses vital warga menuju rumah, sekolah, dan tempat kerja.
Di kawasan tersebut memang terdapat Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Rungkut Menanggal yang lokasinya tidak jauh dari permukiman. Namun, warga menyebut pengelolaannya bukan di bawah Pemerintah Kota Surabaya.
Ketua RT 04/RW 05 Gunung Anyar Harapan, Nendra Yuniar Putra, menegaskan bahwa terlepas dari siapa pengelolanya, yang terpenting adalah kenyamanan warga tetap terjaga.
“Bagi warga, mau di bawah siapa pun, keberadaan sampah jangan sampai mengganggu kenyamanan. Terutama di tepi jalan jangan ada aktivitas jemur atau tumpuk sampah plastik,” ujarnya.
Selain persoalan tumpukan sampah, warga juga menyoroti jadwal pengangkutan yang dinilai terlalu siang. Selama ini, sampah disebut baru tuntas diangkut sekitar pukul 09.00, sementara aktivitas warga sudah padat sejak pagi.
Menanggapi keluhan tersebut, Laila memastikan akan berkoordinasi dengan dinas dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Ia juga mendorong adanya kejelasan tanggung jawab antara pengembang dan pihak terkait agar persoalan segera tertangani.
“Kalau memang itu wewenang pengembang, jangan tutup mata. Kalau itu wewenang pemkot untuk menertibkan, ya harus dilakukan. Masa warga mau Lebaran seperti kampung kumuh,” tegasnya.
Warga berharap sebelum Lebaran tiba, penataan dapat segera dilakukan. Setidaknya, tidak ada lagi tumpukan rongsok maupun gerobak sampah yang terparkir sembarangan di tepi akses utama, sehingga lingkungan kembali bersih dan nyaman menyambut hari raya. (dim/vga)
Editor : Vega Dwi Arista