Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Wali Kota Eri Cahyadi Apresiasi Kampung Pancasila RW IV Ngagel Rejo, Jadi Prototype di Surabaya

Dimas Mahendra • Senin, 23 Februari 2026 | 18:29 WIB

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau Kampung Pancasila di RW IV Ngagel Mulyo, Kelurahan Ngagel Rejo, Surabaya. (IST)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau Kampung Pancasila di RW IV Ngagel Mulyo, Kelurahan Ngagel Rejo, Surabaya. (IST)

 

RADAR SURABAYA – Program Kampung Pancasila yang digulirkan Pemkot Surabaya kian menunjukkan hasil. Ini terlihat dari Kampung Pancasila di RW IV Ngagel Mulyo, Kelurahan Ngagel Rejo, Kecamatan Wonokromo, yang mampu menghidupkan kembali semangat nyata gotong royong di kalangan warga.

Dalam dua tahun terakhir, warga berhasil menghimpun donasi sosial hingga Rp 90,33 juta secara mandiri. Capaian inilah yang membuat Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menetapkan RW IV Ngagel Mulyo sebagai prototype Kampung Pancasila di Kota Pahlawan.

“Alhamdulillah, Kampung Pancasila ini luar biasa. Sudah jalan pilah sampahnya, sudah jalan kepedulian sosialnya. Ini saya jadikan prototype untuk kampung lainnya,” ujar Eri Cahyadi pada Senin (23/2).

Menurut Eri, esensi Kampung Pancasila bukan hanya pada simbol atau papan nama, melainkan pada kepedulian sosial yang hidup di tengah masyarakat. “Yang mampu membantu yang kurang mampu, yang kuat menopang yang lemah. Itu Pancasila yang nyata,” tegasnya.

Ketua RW IV Ngagel Rejo, Endang Purwaningtyas, memaparkan bahwa dari total donasi Rp 90.331.000 yang terkumpul sejak 2024 hingga Februari 2026, sebanyak Rp 88.686.500 telah disalurkan untuk berbagai kebutuhan warga. Mulai dari bantuan sembako, pembelian kursi roda lansia, hingga dukungan rutin bulanan untuk Bangga Surabaya Peduli (BSP).

“Walaupun kecil, kami ingin terus menginspirasi warga agar bermanfaat dan ikut serta membangun masyarakat,” ujar Endang.

Tak hanya donasi sosial, RW IV juga memiliki program santunan kematian bertajuk “Sinoman” yang diikuti 741 kepala keluarga. Setiap ada warga meninggal dunia, terkumpul iuran sukarela Rp 2.000 per KK yang kemudian disalurkan Rp 1 juta untuk keluarga duka, ditambah biaya jasa pemulasaraan dan pemakaman. Hingga November 2025, saldo kas Sinoman tercatat Rp 50.038.300.

 Baca Juga: Pendaftaran Mudik Gratis 2026 Radar Surabaya Mulai Dibuka, Ayo Buruan Cek Rutenya

“Kami juga punya cita-cita ke depan memiliki ambulans sendiri,” imbuhnya.

Dari sisi lingkungan, gerakan pilah sampah menjadi tulang punggung kemandirian kampung. Tercatat 452 rumah aktif memilah sampah, dengan hasil penjualan 3 sampai 3,5 ton sampah kering per bulan melalui Bank Sampah Guyub Sayekti. Dana tersebut dimanfaatkan untuk pemasangan delapan titik CCTV, pembangunan sarana prasarana, hingga bantuan pendidikan.

Tak berhenti di situ, wilayah ini juga memiliki 48 titik urban farming, instalasi biopori, hingga produksi eko-enzim yang dikelola lintas usia sebagai sarana memperkuat keguyuban warga.

Sistem keamanan pun diperkuat melalui Sistem Keamanan Terpadu (Siskamdu) satu pintu di sejumlah RT, dengan penjagaan kolaboratif warga dan petugas keamanan setiap malam. (dim)

Editor : Lambertus Hurek
#kampung pancasila ngagel mulyo #kriteria kampung pancasila #wali kota surabaya #kampung Pancasila #ngagel rejo #Eri Cahyadi