Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tutup Jalan Berlubang di Kota Surabaya, 60 Ton Aspal Dihampar Setiap Hari

Dimas Mahendra • Minggu, 22 Februari 2026 | 16:34 WIB

Perbaikan jalan berlubang di Surabaya saat musim hujan. (IST)
Perbaikan jalan berlubang di Surabaya saat musim hujan. (IST)
 

RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya menggelontorkan sekitar Rp 40 miliar untuk pemeliharaan rutin jalan sepanjang 2026. Anggaran tersebut digunakan untuk menutup lubang di berbagai titik Kota Pahlawan.

Ada sembilan satgas yang diterjunkan untuk perbaikan jalan di Kota Surabaya. Setiap hari mereka menghabiskan hingga 60 ton hotmix per hari demi menutupi jalan-jalan berlubang.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya Syamsul Hariadi menegaskan, anggaran pemeliharaan jalan tahun ini relatif sama dengan tahun sebelumnya dan dipastikan dalam kondisi aman.

“Sekitar Rp 40 miliar, hampir sama dengan tahun kemarin. Jadi, di samping pembangunan jalan, kita juga siapkan pemeliharaan rutin,” ujar Syamsul kemarin (22/2).

Dana tersebut tidak hanya berhenti di atas kertas. Setiap hari, sembilan tim Satgas Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) bergerak dalam lima rayon berbeda untuk menyisir dan menambal jalan berlubang. Bahkan, selama Ramadan, tambahan tim malam dan Unit Reaksi Cepat (URC) disiagakan untuk memastikan aktivitas warga tidak terganggu.

“Begitu ada laporan atau temuan di lapangan, tim langsung bergerak. Tidak perlu menunggu lama,” tegas Syamsul.

Sementara itu, Kepala DSDABM Kota Surabaya Hidayat Syah menambahkan, penguatan jumlah tim dilakukan agar respons lebih cepat dan kerusakan tidak melebar. “Awalnya lima tim, sekarang jadi delapan ditambah satu URC. Total sembilan tim. Untuk malam hari kami siapkan tiga tim tambahan, apalagi saat Ramadan aktivitas warga meningkat,” jelasnya.

 Baca Juga: Main Jambak, Cekik, dan Tendang Ibu Kandung, Pemuda di Petemon Surabaya Ditahan

Di sisi lain, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DSDABM Dedy Purwito memaparkan, setiap tim dibekali armada truk pengangkut hotmix, kendaraan pikap, serta alat pemadatan seperti stamper dan roller.

“Dalam sehari kita bisa menghabiskan 50 sampai 60 ton hotmix. Setiap truk membawa sekitar delapan sampai sembilan ton. Jadi, distribusi material ke titik perbaikan bisa cepat,” kata Dedy.

Jika dirata-rata, puluhan ton aspal tersebut tersebar ke berbagai ruas jalan setiap hari, tergantung tingkat kerusakan. Artinya, alokasi anggaran miliaran rupiah itu benar-benar dikonversi menjadi pekerjaan fisik di lapangan.

Pemkot Surabaya juga membuka partisipasi publik agar penggunaan anggaran lebih tepat sasaran. Warga dapat melaporkan jalan rusak melalui aplikasi WargaKu atau layanan darurat 112.

“Kami harapkan partisipasi warga. Semakin cepat laporan masuk, semakin cepat tim turun,” pungkas Dedy. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#tutup jalan raya #perbaikan jalan #pemeliharaan jalan #tambal sulam aspal #jalan berlubang #DSDABM Kota Surabaya