RADAR SURABAYA – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyebut RW 9 Lemah Putro, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, sebagai role model Kampung Pancasila sekaligus Kampung
Mandiri di Kota Pahlawan. Hal itu disampaikan saat ia melakukan kunjungan dan monitoring program pada Sabtu (21/2).
Dalam pertemuan bersama warga di Balai RW 9 Lemah Putro, Eri menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama dalam transparansi data kemiskinan, gotong royong, dan kemandirian sosial.
“Pancasila itu tidak hanya diucapkan, tetapi dijalankan. Saya bangga RW 9 sudah membangun sistem mandiri, data keluarga miskin direkap dengan jelas, mana yang dicover pemkot dan mana yang dibantu swadaya,” ujar Eri.
Transparansi Data Kemiskinan dan Skala Prioritas Bantuan
Eri menegaskan bahwa penetapan warga miskin pada desil 1–5 harus dilakukan secara objektif berdasarkan 39 indikator, mulai dari kondisi fisik
bangunan hingga tingkat pendapatan. Ia meminta seluruh warga terlibat dalam rapat verifikasi data agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Menurutnya, anggaran pemerintah memiliki keterbatasan sehingga diperlukan skala prioritas dalam penyaluran bantuan.
“Untuk bantuan pendidikan, misalnya, kita fokus pada dua anak per keluarga agar distribusinya merata dan tidak menumpuk pada satu rumah tangga,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa warga usia produktif yang menolak bekerja meski telah ditawari pekerjaan dapat dicoret dari daftar penerima bantuan.
Namun, pemerintah tetap memberikan perlindungan penuh bagi lansia di atas 60 tahun yang hidup sebatang kara.
Dana Sosial Mandiri dan Santunan Warga
RW 9 Lemah Putro dinilai berhasil membangun sistem perlindungan sosial berbasis swadaya. Setiap warga yang sakit dan dirawat di rumah sakit mendapatkan bantuan Rp250.000.
Selain itu, tersedia santunan kematian sebesar Rp400.000 yang bersumber dari kas sosial RW.
Ketua RW 9 Lemah Putro, Agung Diponegoro, mengatakan bahwa sistem tersebut berjalan berkat solidaritas dan gotong royong warga.
“Kami memiliki kas Kampung Madani yang dikelola secara swadaya. Ada juga pemberdayaan ekonomi seperti budi daya lele untuk memperkuat kemandirian,” ujarnya.
Pengelolaan Sampah dan Konsep Smart Environment
Tak hanya aspek sosial, inovasi lingkungan juga menjadi perhatian. RW 9 telah menerapkan pemilahan sampah dari rumah tangga. Hasil penjualan sampah dikembalikan kepada warga sebesar 20 persen.
Eri menyebut langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan lingkungan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
“Kalau ada warga tidak mau kerja bakti tetapi mengeluh banjir, jangan didengarkan. Kita harus bergerak bersama,” tegasnya.
Target Jadi Contoh untuk RW Lain di Surabaya
Eri berharap konsep Kampung Mandiri yang diterapkan di RW 9 Lemah Putro dapat direplikasi oleh RW lain di Surabaya. Ia menekankan pentingnya peran aktif pengurus RW, PKK, dan komunitas sosial dalam memperkuat kesejahteraan warga.
“Saya ingin RW 9 ini menjadi contoh. Jika warganya kompak, pengurusnya aktif, dan data transparan, kesejahteraan pasti tercapai,” tandasnya.
Dengan sistem dana sosial mandiri, transparansi data kemiskinan, serta inovasi pengelolaan lingkungan, RW 9 Lemah Putro dinilai menjadi representasi nyata implementasi nilai Pancasila di tingkat kampung.(dim)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan