Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

PJ Lurah Medokan Semampir Kumpulkan 60 RT, Perkuat Implementasi Kampung Pancasila hingga Tingkat Rumah Tangga

Dimas Mahendra • Sabtu, 21 Februari 2026 | 15:34 WIB

PERTEMUAN: Lurah Medokan Semampir Oky Yanuar Kusuma Atmaja bersama pengurus perangkat di pendopo kantornya. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)
PERTEMUAN: Lurah Medokan Semampir Oky Yanuar Kusuma Atmaja bersama pengurus perangkat di pendopo kantornya. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Penjabat (PJ) Lurah Medokan Semampir, Oky Yanuar Kusuma Atmaja, mengumpulkan para stakeholder kampung mulai dari RT, RW, LPMK, kader, hingga ASN pendamping untuk memperkuat implementasi Program Kampung Pancasila di wilayahnya.

Pertemuan tersebut bukan sekadar sosialisasi formal, melainkan upaya menyatukan langkah agar program benar-benar berjalan hingga tingkat rumah tangga.

“Iya, kita sosialisasikan Kampung Pancasila ke RT, RW, LPMK, kader. Sekarang tiap RT itu ada ASN pendamping. Mereka harus dipertemukan supaya koordinasinya jalan,” ujar Oky.

Di Kelurahan Medokan Semampir terdapat 9 RW dan 60 RT. Untuk mendampingi pelaksanaan program, dibutuhkan sekitar 30 ASN pendamping. Idealnya, satu ASN mendampingi minimal dua RT, bahkan ada yang sampai tiga atau empat RT.

Menurut Oky, peran ASN pendamping sangat krusial. Mereka bertugas turun langsung ke lapangan memastikan empat pilar Kampung Pancasila berjalan, mulai dari kemasyarakatan, sosial budaya, lingkungan, hingga etika.

“Pendamping itu bukan cuma datang lalu selesai. Mereka cek langsung ke RT. Soal keamanan lingkungan, soal kebersihan, sampai apakah warga sudah memilah sampah atau belum,” jelasnya.

Setiap bulan, para pendamping wajib mengunggah laporan berbasis 10 indikator melalui aplikasi Sayang Warga. Indikator tersebut mencakup berbagai aspek, misalnya keberadaan bank sampah, pemilahan sampah rumah tangga, hingga pemahaman warga terhadap layanan darurat 112.

“Kalau warga belum tahu 112, ya disosialisasikan. Bahkan ada yang sampai cetak stiker untuk ditempel di rumah warga. Jadi ini benar-benar menyentuh hal kecil tapi penting,” imbuhnya.

Oky mengakui, tantangan terbesar bukan lagi pada pemahaman konsep, melainkan implementasi di lapangan. Secara umum, seluruh RW dan RT sudah memahami konsep Kampung Pancasila. Namun memastikan pelaksanaannya berjalan konsisten membutuhkan pendampingan intensif.

“PR-nya kita itu implementasi. Kalau cuma rapat formal sudah sering. Sekarang harus dipastikan, benar enggak ada bank sampahnya? Benar enggak dipilah sampahnya? Itu harus dicek satu-satu,” katanya.

Baca Juga: Diduga Korsleting, Mobil Hangus Terbakar di Jalan Manyar Jaya Surabaya

Di sisi lain, program ini juga membuka ruang penguatan potensi kampung. Di RW 23 misalnya, sudah berkembang urban farming sawi. Jika ada kendala pemasaran, kelurahan siap memfasilitasi koordinasi dengan pihak terkait agar hasil panen bisa terserap pasar.

Tak hanya itu, perhatian juga diarahkan pada isu sosial seperti lansia, anak putus sekolah, hingga warga kurang mampu. Oky menegaskan pelayanan sosial menjadi prioritas utama kelurahan.

“Kita ingin memastikan warga yang rentan benar-benar dalam pantauan. Termasuk soal banjir, pembangunan harus tepat sasaran sesuai usulan warga,” tegasnya.

Ia menilai keberhasilan Kampung Pancasila sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak. Mulai dari satgas, pendamping, RT/RW, hingga kelurahan dan kecamatan sebagai ujung tombak.

“Kalau pendamping serius turun, RT terbuka, dan kelurahan responsif menyelesaikan kendala, program ini insyaallah jalan. Kuncinya kerja bareng,” pungkas Oky.

Melalui penguatan koordinasi ini, Kelurahan Medokan Semampir menargetkan Kampung Pancasila bukan sekadar slogan, melainkan gerakan nyata yang terasa manfaatnya di tengah masyarakat.(dim/gun)

Editor : Guntur Irianto
#medokan semampir #lurah #kampung #rw #pancasila #Kumpul #pemkot #berita surabaya #kelurahan #berita surabaya hari ini #program #pemkot surabaya #Pj #rt