Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Warung Madura Kian Menjamur di Surabaya, Sistem Franchise hingga Perorangan

Andy Satria • Jumat, 20 Februari 2026 | 16:19 WIB

 

Salah satu Warung Madura di kawasan Greges Barat, Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
Salah satu Warung Madura di kawasan Greges Barat, Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

 

RADAR SURABAYA - Warung Madura kian menjamur di Surabaya dalam beberapa tahun terakhir. Hampir di setiap sudut kampung hingga jalan protokol, toko kelontong berciri khas etalase rapi dan buka 24 jam itu mudah ditemui.

 

Manajemen Warung Madura cukup bervariasi. Sebagian dikelola secara perorangan, sebagian menggunakan sistem kemitraan atau waralaba (franchise).

Salah satu penjaga Warung Madura di Surabaya, Dwiyan Andre Saputra, menuturkan bahwa pertumbuhan toko sejenis di Surabaya dan sekitarnya sangat pesat. Ia kini menjaga Toko Aqilla Jaya yang berlokasi di kawasan Jalan Greges, Asemrowo.

“Saya jaga di toko ini sudah mulai sejak akhir 2024. Sekitar 1,5 tahun saya jadi karyawan di sini,” ujar Dwiyan kepada Radar Surabaya, Jumat (20/2).

Menurut pria asal Pasuruan tersebut, Toko Aqilla Jaya dimiliki oleh satu Widi Hartono, warga Sumenep, Madura. Di Surabaya, pemilik tersebut memiliki empat toko yang tersebar di dua kawasan.

“Di Jalan Greges ada dua, jaraknya cukup dekat sekitar 500 meter. Lalu, dua toko lagi ada di Jalan Kalianak, lokasinya juga berdekatan,” jelasnya.

Dwiyan menyebut, sistem kepemilikan warung Madura memang beragam. Ada yang hanya memiliki satu toko dan dikelola sendiri. Namun, tidak sedikit pula yang memiliki lebih dari empat cabang.

“Jadi, sistemnya memang berbeda-beda. Ada yang cuma punya satu, bahkan ada yang punya lebih dari empat,” katanya.

Warung Madura dikenal memiliki ciri khas tersendiri dibanding toko kelontong pada umumnya. Selain identik dengan pom bensin mini di bagian depan toko, pilihan merek rokok yang dijual juga relatif lebih lengkap. Tidak hanya itu. Kebutuhan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, hingga mi instan tersedia dengan penataan display yang rapi.

“Minuman juga bervariasi, dari air mineral sampai minuman ringan. Penataannya dibuat rapi supaya pembeli mudah mencari barang,” tambahnya.

Keunggulan lain yang membuat Warung Madura diminati masyarakat adalah jam operasionalnya yang buka 24 jam non-stop. Sistem kerja karyawan dibagi dalam beberapa shift agar pelayanan tetap berjalan sepanjang hari.

“Buka selama 24 jam, sistemnya shift. Untuk keamanan juga sudah dilengkapi kamera pengaman CCTV, minimal ada dua kamera,” terang Dwiyan. (*/rek)

Editor : Lambertus Hurek
#warung madura #waralaba toko madura #toko madura franchise #Toko Madura #toko kelontong 24 jam #manajemen warung madura