RADAR SURABAYA - Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, penjualan kurma di Surabaya mulai mengalami peningkatan.
Masyarakat tampak mulai berburu kurma untuk persiapan berbuka puasa.
Salah satu toko penyedia kurma yang ramai pembeli adalah Lawang Agung di kawasan Nyamplungan, Surabaya.
Sejak sepekan terakhir, aktivitas pembelian kurma di toko tersebut terus bertambah.
Beragam jenis kurma impor dari Timur Tengah tersaji di etalase, mulai dari kelas premium hingga harga terjangkau.
CEO PT Usaha Utama Bersaudara pengelola Lawang Agung , Yasir Salim mengatakan, seluruh kurma yang dijual di tokonya didatangkan langsung dari Timur Tengah.
Terdapat lebih dari 10 jenis kurma yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Surabaya dan sekitarnya.
“Kurma-kurma ini kami impor langsung dari Timur Tengah. Ada lebih dari 10 jenis. Kalau orang Surabaya, khususnya, lebih suka kurma dari Tunisia dan Arab Saudi. Jenis Sukari cukup diminati di kalangan menengah. Tetapi yang paling banyak dicari tetap kurma asal Mesir karena harganya lebih terjangkau,” ujar Yasir, Kamis (19/2).
Ia menjelaskan, selera masyarakat Surabaya dan Indonesia cenderung menyukai kurma dengan tekstur empuk, tidak lengket, dan tidak terlalu manis. Sementara kurma bertekstur keras kurang diminati.
“Kalau di Arab sampai Eropa justru banyak yang suka karakter kurma yang lebih keras. Berbeda dengan di sini yang lebih memilih tekstur lembut,” jelasnya.
Meski terjadi peningkatan menjelang Ramadan 1447 H, Yasir mengakui bahwa secara umum penjualan tahun ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi ekonomi masyarakat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi daya beli.
“Kalau dibandingkan tahun lalu memang ada penurunan. Faktor ekonomi masih berpengaruh,” katanya.
Namun demikian, tren gaya hidup sehat yang berkembang di masyarakat turut membantu penjualan kurma.
Kurma dinilai sebagai salah satu buah yang kaya manfaat dan praktis dikonsumsi saat berbuka.
Selain untuk konsumsi pribadi, pembelian kurma juga didominasi instansi dan perkantoran.
Biasanya kurma dibeli untuk dibagikan kepada karyawan atau sebagai bingkisan Ramadan.
“Pembeli masih banyak dari instansi dan perkantoran. Biasanya mereka membeli untuk dibagi-bagikan. Untuk pembelian pribadi juga ada, tetapi tidak sebanyak instansi,” tambah Yasir.
Ia menyebut, puncak pembelian biasanya terjadi pada H-7 menjelang Ramadan.
Lawang Agung juga melayani pengiriman luar pulau, mulai dari Sumatera hingga Papua.
Untuk menjaga kualitas, Yasir mengingatkan agar kurma disimpan di tempat yang bersih dan kering guna menghindari munculnya kutu atau serangga.
Salah satu pembeli, Angel, warga Surabaya, mengaku rutin membeli kurma setiap Ramadan. Tahun ini ia memilih kurma jenis Sukari.
“Saya setiap tahun beli kurma untuk persiapan berbuka. Kali ini pilih Sukari. Selain untuk saya sendiri, juga dibagi-bagi di kantor,” ujarnya.
Menurutnya, kurma dengan tekstur lembut dan tidak terlalu manis menjadi favoritnya.
“Saya lebih suka yang lembut dan tidak terlalu manis. Lebih nyaman saat dimakan,” katanya. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa