Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Polisi Gelar Perkara Khusus Kasus Meninggalnya Siswa SMP Diduga Tersengat Listrik di Surabaya

M. Mahrus • Kamis, 19 Februari 2026 | 21:33 WIB
MENJELASKAN: Ketua tim Advokasi SMP, Tjandra, memberi keterangan terkait kasus meninggalnya siswa SMP swasta di Surabaya Diduga karena tersengat listrik. (MAHRUS/RADAR SURABAYA)
MENJELASKAN: Ketua tim Advokasi SMP, Tjandra, memberi keterangan terkait kasus meninggalnya siswa SMP swasta di Surabaya Diduga karena tersengat listrik. (MAHRUS/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Polisi melakukan gelar perkara khusus kasus meninggalnya seorang siswa SMP swasta diduga tersengat listrik di roof top sekolah SMA swasta di Surabaya. Gelar perkara khusus diikuti oleh pihak pelapor yakni Tanu Hariyadi dan ketua Tim Advokasi dari SMP tempat sekolah korban, Tjandra Sridjaja Pradjonggo, pihak penyidik Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim. 

Tim Advokasi dari SMP, Tjandra Sridjaja Pradjonggo mengungkapkan dalam gelar perkara sesi satu pihaknya sudah menyampaikan berbagai macam alat bukti dan juga data. 

"Untuk sesi pertama gelar sudah selesai, sekarang dilakukan gelar perkara sesi kedua secara internal kepolisian untuk menentukan perkara ini bisa dilanjutkan apa tidak," ujarnya kepad wartawan, Kamis (19/2).

Ia melanjutkan dalam gelar perkara khusus tersebut pihaknya sudah menyampaikan seluruh bukti yang ada waktu di tempat kejadian kerkara (TKP). Menurutnya, dari bukti yang ada pihaknya meyakini tidak ada kealpaan yang dilakukan pihak sekolah dan juga guru. 

"Terlebih lagi Steven (korban) ini adalah siswa SMP, yang tidak memiliki kewenangan untuk masuk ke rooftop SMA. Yang jelas dipisahkan dengan pagar, dan ini terjadi pada hari libur," terangnya. 

Dia menuturkan, tidak lagi bicara siapa yang salah. Pihaknya juga memahami apa yang dirasakan oleh keluarga korban yang harus kehilangan anak untuk selamanya. 

"Pak Tanu tadi dalam gelar perkara juga menerima ini sebagai musibah. Namun kenapa proses hukum masih berkepanjangan sampai saat ini. Dan dengan adanya gelar perkara khusus ini dengan CCTV telah disaksikan waktu di TKP, maka bisa membuat perkara ini jadi terang benderang sudah selesai," bebernya.

Terkait dengan adanya peristiwa, lanjut Tjandra, bisa dijadikan pelajaran baik pihak sekolah, guru dan juga orang tua agar bisa lebih baik melakukan pengawasan terhadap anak dan juga dalam melakukan pengelolaan pendidikan anak di sekolah.

"Kita berharap perkara ini bisa cepat selesai karena dengan adanya peristiwa ini maka masyarakat yang dirugikan karena para guru yang harusnya bisa mencerdaskan bangsa jadi terganggu waktunya," paparnya.

Untuk upaya kekeluargaan yang dilakukan antara kedua belah pihak, Tjandra menegaskan bahwa hal itu sering dilakukan pihak sekolah. Pihaknya juga sudah berbicara dengan Tanu namun pihak keluarga masih menunggu hasil gelar perkara khusus ini. 

Dia tidak menginginkan permasalahan ini terus berkelanjutan sehingga dapat mengganggu aktivitas proses pembelajaran di sekolah.

Sementara Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Widiatmoko saat dikonfirmasi terkait hasil gelar perkara khusus kasus tersebut belum merespon.

Sekadar diketahui, sebelumnya, kejadian bermula saat SS yang juga ketua tim, secara diam-diam masuk ke lingkungan sekolah bersama teman-temannya saat libur Hari Raya Nyepi untuk latihan ujian praktik tanpa sepengetahuan guru maupun pihak sekolah.

Berdasarkan rekaman CCTV, Steven terlihat memanjat pagar di dekat area AC yang basah baru saja turun hujan. Dia sempat tampak kaku sesaat sebelum terjatuh lemas. Dugaan sementara, dia tersengat listrik dari instalasi besi atau kabel yang terkelupas dan terkena genangan air di sekitarnya. 

Baca Juga: Libur Panjang Imlek 2026, KAI Daop 8 Surabaya Layani Lebih dari 215 Ribu Penumpang, Stasiun Gubeng Masih Tertinggi

Korban segera dilarikan ke RS Adi Husada Undaan, namun dinyatakan meninggal dunia. Keluarga korban akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Surabaya pada 10 April 2025. (rus/gun)

Editor : Guntur Irianto
#Roof top #kristen #Polda Jatim #kriminal terbaru #swasta #kasus #perkembangan #kriminal surabaya #sekolah #advokasi #sma #gelar #smp #meninggal #siswa #Berita Kriminal Hari Ini #Tersengat #tim #Perkara #Penanganan #listrik #polrestabes surabaya #kronologi #dunia