RADAR SURABAYA - Salat tarawih hari pertama digelar di Masjid Al Akbar Surabaya pada Rabu (18/2). Salat tarawih dilakukan bagi masyarakat yang mengikuti hasil sidang isbat pemerintah Selasa (17/2) kemarin, sehingga mereka akan menjalankan puasa ramadan 1447 H mulai Kamis (19/2).
Ribuan umat Islam melaksanakan salat tarawih dengan khidmat setelah salat isya berjamaah. Meskipun sejak sore hari sempat diguyur hujan, animo masyarakat untuk mengikuti salat berjamaah tetap tinggi.
Humas Masjid Al Akbar Surabaya, Helmy M Noor, mengatakan estimasi jumlah jemaah yang hadir mencapai lima ribu orang.
"Ini sebuah tren baru bahwa memang orang yang datang ke masjid Al-Akbar Surabaya yang salat tarawih anak-anak muda dan keluarga. Estimasi yang hadir mencapai lima ribu jemaah," tuturnya.
Khutbah di awal tarawih diisi oleh Muhammad Sujak, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jatim sekaligus Ketua Badan Pengelola Masjid Al Akbar Surabaya, sedangkan imam salat diemban oleh Muhammad Al Anwari.
"Khutbah malam ini tentang marhaban ya ramadan sebagai ajakan kepada jemaah bagaimana menyambut ramadan dengan riang gembira. Tapi juga tetap karena tema hiling ramadan banyak program yang dilakukan yang juga mereka banyak belajar tentang Alquran tenang Jiwa kuat raga," ujarnya.
Helmy juga menyebutkan bahwa perbedaan awal puasa merupakan hal yang biasa terjadi. "Perbedaan puasa hal yang biasa dan nyaman saja karena dari dulu salat taraweh ada 11 rakaat ada 23 rakaat tapi nyambung. Yang jelas perbedaan awal puasa dan idul Fitri sudah biasa," paparnya.
Untuk menarik minat terutama anak-anak Gen Z, Masjid Al Akbar menyediakan spot baru yang memungkinkan mereka untuk bersalat, mengaji, serta memperbarui status digital.
Di area tersebut terdapat foto masjid dari 26 tahun yang lalu hingga masa kini, serta informasi tentang sejarah Wali Songo, kitab klasik, dan tafsir Al-Qur'an yang semuanya dapat diakses melalui barcode. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari