RADAR SURABAYA - Cuaca di Kota Surabaya pada Kamis, 19 Februari 2026, diperkirakan didominasi langit mendung tebal sejak pagi hingga siang hari, kemudian berlanjut dengan hujan petir dan hujan lebat pada sore hingga malam.
Pada pukul 06.00 hingga 10.00 WIB, kondisi cuaca cenderung berawan hingga mendung dengan suhu meningkat dari 27 hingga 31 derajat Celsius. Kelembapan udara tetap tinggi di atas 70 persen, sementara angin bertiup sedang berkisar 10–16 kilometer per jam. Meski langit tertutup awan tebal, hujan belum diperkirakan turun pada periode pagi.
Memasuki pukul 11.00 hingga awal siang, potensi badai petir terisolasi mulai muncul. Suhu udara berkisar 31–32 derajat Celsius dengan suhu terasa mencapai 39 derajat Celsius, menandakan kondisi panas dan lembap sebelum hujan semakin intens.
Pada periode sore hari pukul 14.00 hingga 17.00, aktivitas badai petir diperkirakan meningkat secara bertahap. Hujan mulai turun lebih sering disertai kelembapan tinggi dan angin yang berembus cukup kencang. Masyarakat diimbau mewaspadai petir dan hujan mendadak pada waktu tersebut.
Puncak cuaca diperkirakan terjadi pada malam hari. Mulai pukul 18.00, hujan petir berkembang menjadi hujan sedang hingga lebat pada pukul 19.00. Intensitas hujan diperkirakan meningkat signifikan antara pukul 20.00 hingga 22.00 dengan curah hujan tertinggi lebih dari 5 milimeter per jam.
Kondisi hujan diperkirakan masih berlanjut hingga larut malam mendekati pukul 23.00 dengan suhu turun ke sekitar 26 derajat Celsius.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengingatkan potensi cuaca ekstrem sepanjang Februari yang merupakan puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Jawa Timur. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, petir, angin kencang, serta potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan, pohon tumbang, dan jarak pandang berkurang di jalan raya.
Warga yang memiliki aktivitas pada sore hingga malam hari disarankan memantau informasi cuaca terkini dan mempersiapkan diri menghadapi kondisi cuaca basah, terutama pada periode ketika risiko hujan lebat paling tinggi. (*)
Editor : Lambertus Hurek