RADAR SURABAYA - Workshop Public Health Tourism dan Workshop Sport Health Tourism telah dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting, Sabtu (14/2/2026) dan Minggu (15/2/2026).
Melalui kegiatan ini, International Community Development Program (ICDP) 2026 di dukung penuh WUACD UNAIR menghadirkan sejumlah akademisi untuk mempertemukan dan mendiskusikan pemikiran strategis, bukti ilmiah, dan kolaborasi lintas sektor untuk mempromosikan Indonesia sebagai destinasi health tourism melalui inisiatif Public Health Tourism dan Sport Health Tourism.
Dr. dr. Niko Azhari Hidayat, SpBTKV,SubspVE(K).,FIATCVS, ketua kegiatan ICDP 2026 serta Founder Medical Tourism Indonesia hadir untuk memberikan sambutan dan membuka rangkaian kegiatan ICDP 2026.
Dokter Niko Azhari menegaskan bahwa kegiatan ICDP 2026 bertajuk “Health Tourism Community Empowerment” ini berkomitmen mengumpulkan mitra global untuk memperkuat jaringan akademik, mendorong pariwisata kesehatan berkelanjutan, dan memberdayakan komunitas melalui kolaborasi, inovasi, dan berbagi pengetahuan.
Workshop hari pertama bertajuk Public Health Tourism berjalan dengan lancar dan interaktif dengan diawali pemaparan oleh Prof. Dr. Muhammad Aziz Rahman, dosen FED University dengan topik Integrating Public Health in Sustainable Tourism.
Dilanjutkan pemaparan oleh Prof. Ira Nurmala, S.KM., M.PH., PhD. Dosen FKM Universitas Airlangga dengan topik The Role of Public Health in Creating Safe and Healthy Tourism Destinations.
Kemudian, pemaparan oleh Dr. dr. Niko Azhari Hidayat, SpBTKV,SubspVE(K).,FIATCVS, ketua kegiatan, dosen Universitas Airlangga dan Staf Rumah Sakit Universitas Airlangga dengan topik Synergy of Health & Tourism.
Dilanjutkan pemaparan oleh Dr. Sri Widati.,S.Sos.M.Si, dosen FKM Universitas Airlangga dengan topik Public Health Tourism Innovation: Building Competitiveness and Health based Tourism Destination serta pemaparan oleh Dr. Maheen Mumtaz dari NUST Pakistan dengan topik Health & Nutrion.
Pemaparan materi terakhir oleh Destanul Aulia, SKM., MBA., MEc., Ph.D, dosen FKM Universitas Sumatera Utara dengan topik Strategy Striving Health Services Quality in Tourism Destinations dan ditutup dengan sesi diskusi serta tanya jawab.
Adapun ringkasan dari workshop hari pertama yaitu pariwisata berkelanjutan harus didukung oleh sistem kesehatan masyarakat yang kuat.
Integrasi kesehatan dalam perencanaan pariwisata, kolaborasi lintas sektor, peningkatan kualitas layanan, serta pendekatan preventif menjadi kunci menciptakan destinasi yang aman, tangguh, dan berdaya saing.
Indonesia juga memiliki potensi besar dalam pengembangan wellness dan medical tourism.
Workshop hari kedua bertajuk Sport Health Tourism juga tidak kalah menarik topiknya dengan pemaparan yang diawali Prof. Dr. Muhammad Aziz Rahman, dosen FED University dengan topik Sport Health Tourism and Public Health.
Dilanjutkan pemaparan pemateri oleh Dr. Sri Endah Nurhidayati, S.Sos., M.Si, dosen FV Universitas Airlangga dengan topik Health, Safety, and Service Standards in Sport Health Tourism Destinations.
Kemudian, dilanjutkan pemaparan oleh Prof. Dr. Bambang Purwanto dr., M.Kes, dosen FK Universitas Airlangga dengan topik Sport Health Tourism Integration Concept.
Pemaparan materi terakhir oleh Novianto Edi Suharno, Sst.Par., M.Si, dosen FV Universitas Airlangga dengan topik Kebijakan Pengembangan Sport Tourism di Indonesia dan ditutup dengan sesi diskusi serta tanya jawab.
Adapun ringkasan dari workshop hari kedua adalah sport health tourism mengintegrasikan olahraga, kesehatan, dan pariwisata untuk meningkatkan kesehatan masyarakat sekaligus pertumbuhan ekonomi.
Keberhasilannya bergantung pada kebijakan yang kuat, standar keselamatan, infrastruktur memadai, serta kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.
Kegiatan ICDP 2026 ini didukung oleh Kemdiktisaintek, LPDP, Universitas Airlangga, WUACD Unair, dan Medical Tourism Indonesia.
Menurut, Dokter Niko Azhari, kegiatan ICDP 2026 akan dilanjutkan hybrid workshop series Health Tourism Branding dan Health Tourism Leadership pada bulan April dan International Conference serta workshop series pada bulan Juni yang diselanggarakan di Bali.
Selain itu, rangkaian kegiatan ICDP 2026 ini disambut antusias oleh dosen, mahasiswa, dokter, tenaga kesehatan, komunitas, dan industri pariwisata serta diharapkan menjadi pijakan bagi diskursus yang lebih komprehensif mengenai potensi Health Tourism di Indonesia.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti dan update terbaru terkait kegiatan ICDP 2026 dapat mengakses https://healthtourism.id/. (*)
Editor : Nofilawati Anisa