RADAR SURABAYA - Peluang hujan selama dua pekan ke depan di Surabaya, Jawa Timur diperkirakan terjadi hampir setiap hari dan bertepatan dengan awal bulan Ramadan.
Kondisi ini membuat ibadah puasa tahun ini terasa lebih sejuk dibandingkan beberapa tahun lalu ketika suhu siang hari kerap mencapai panas ekstrem. Data prakiraan menunjukkan dominasi awan tebal, hujan sedang hingga lebat, serta potensi petir pada sore hingga malam hari.
Pada siang hari, suhu udara diperkirakan berkisar antara 28 hingga 32 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan tinggi. Meski terasa gerah, tutupan awan dan hujan berkala membantu menekan lonjakan suhu sehingga tidak sepanas musim kemarau sebelumnya. Kondisi ini dinilai cukup membantu umat Muslim yang menjalankan puasa, terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan.
Hujan yang turun menjelang waktu berbuka juga berpotensi memengaruhi mobilitas masyarakat, termasuk meningkatnya kemacetan dan risiko genangan di sejumlah titik rawan. Selain itu, aktivitas pasar takjil dan pusat kuliner Ramadan diperkirakan tetap ramai, namun warga diimbau menyiapkan perlengkapan seperti payung atau jas hujan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem sepanjang Februari dan Maret yang merupakan puncak musim hujan di Jawa Timur. Fenomena atmosfer seperti peningkatan aktivitas monsun Asia dan suhu muka laut yang hangat turut mendukung pembentukan awan hujan di wilayah ini.
Warga diminta waspada terhadap genangan, angin kencang, petir, serta kemungkinan hujan lebat berdurasi singkat yang dapat terjadi tiba-tiba. Masyarakat juga diimbau memantau informasi cuaca terbaru sebelum melakukan perjalanan, terutama saat waktu sahur, berangkat kerja, maupun menjelang berbuka puasa. (*)
Editor : Lambertus Hurek