Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Genangan di Margomulyo dan TOW, Pemkot Surabaya Akan Upgrade Kapasitas Pompa

Dimas Mahendra • Senin, 16 Februari 2026 | 19:03 WIB
MOGOK: Salah satu pengendara saat menuntun kendaraannya usai terjebak genangan di Margomulyo dan TOW. Pemkot Surabaya akan upgrade pompa.(IST/RADAR SURABAYA)
MOGOK: Salah satu pengendara saat menuntun kendaraannya usai terjebak genangan di Margomulyo dan TOW. Pemkot Surabaya akan upgrade pompa.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan langkah teknis tambahan untuk mengatasi genangan di kawasan Margomulyo dan Tambak Osowilangun (TOW). Mulai dari peningkatan kapasitas pompa hingga koordinasi dengan pemerintah pusat, penanganan dilakukan sesuai kewenangan masing-masing ruas jalan.

Kepala DSDABM Kota Surabaya Hidayat Syah mengungkapkan kalau penanganan banjir di dua ruas jalan itu terbagi menjadi dua penanganannya. Untuk ruas Margomulyo memang berada di bawah naungan pemerintah kota.

"Untuk yang di TOW itukan ranahnya BPJN dan BBWS. Jadi kami sifatnya sudah koordinasikan untuk melakukan penanganan banjir di sana selain juga mengoptimalkan operasional rumah pompa kami," kata Hidayat dikonfirmasi. 

Sementara itu, Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Adi Gunita, menjelaskan bahwa untuk ruas Margomulyo yang menjadi kewenangan kota, penanganan difokuskan di titik bawah tol yang kerap menjadi lokasi genangan.

“Di bawah tol itu sering jadi kendala. Kami buatkan saluran tepi (side drain) di kanan-kiri median bawah jalan,” ujar Adi.

Tak hanya itu, pompa insidental yang saat ini digunakan akan di-upgrade menjadi pompa permanen dengan kapasitas lebih besar.

“Pompa Dongfeng yang sifatnya insidental akan kami tingkatkan jadi pompa tetap, kapasitas sekitar setengah meter kubik per detik. Nanti air dialirkan ke mini bozem sisi barat, lalu ke rumah pompa dan kemudian dibuang ke laut,” jelasnya.

Pemkot juga berkoordinasi dengan pihak terkait di kawasan Marga Bumi, khususnya di turunan exit Tol Tandes yang kerap terdampak banjir. Rencananya, akan dibangun sistem bozem tambahan di kanan-kiri lahan tersebut jika proses koordinasi lahan tuntas.

Menurut Adi, opsi peninggian jalan di Margomulyo tidak memungkinkan karena terbentur batas tinggi bebas konstruksi tol. “Tidak bisa ditinggikan karena ada batasan tinggi bebas dari tol. Jadi solusinya penguatan drainase dan pompa,” katanya.

Sementara untuk kawasan Tambak Osowilangun (TOW), penanganan harus dikoordinasikan dengan pemerintah pusat karena status jalan merupakan kewenangan nasional.

“Untuk TOW, jalannya milik nasional. Kami sudah usulkan penanganan saluran tepi dan pembangunan pompa di sekitar wilayah timur dekat perbatasan Gresik. Tapi pelaksanaannya tetap kewenangan pusat,” jelas Adi.

Meski begitu, Pemkot Surabaya tetap aktif berkolaborasi dalam perencanaan dan pengusulan teknis agar penanganan bisa segera terealisasi. “Kita sifatnya kolaborasi. Tetap kami bantu koordinasi dan usulan ke pusat,” imbuhnya.

Terkait kondisi terkini, Adi menyebut debit air di lokasi sempat tinggi akibat rob. Namun genangan berangsur turun setelah air laut surut.“Kemarin karena rob, jadi untuk memompa keluar juga harus menunggu air laut turun dulu,” pungkasnya.

Dengan skema peningkatan pompa di Margomulyo dan dorongan percepatan penanganan di TOW melalui koordinasi lintas kewenangan, Pemkot Surabaya menargetkan genangan di dua kawasan tersebut dapat ditekan secara signifikan, terutama saat curah hujan tinggi bersamaan dengan pasang laut. (dim/gun)

Editor : Guntur Irianto
#penyebab #langkah #cara #kapasitas #lakukan #pemkot #air #rumah #terbaru #berita surabaya #berita surabaya hari ini #upgrade #antisipasi #TOW #genangan #pemkot surabaya #margomulyo #pompa #banjir #tambak osowilangun #Atasi #banjir di surabaya