Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

RW Digelontor Rp 5 Juta Tiap Bulan untuk Program Kampung Pancasila, Ini Syarat dari Pemkot Surabaya

Dimas Mahendra • Senin, 16 Februari 2026 | 11:37 WIB
BERDAMPAK: Wali Kota Surabaya Eri mengungkapkan, Pemkot Surabaya akan mengucurkan Rp 5 juta per bulan untuk RW untuk program Kampung Pancasila.(IST/RADAR SURABAYA)
BERDAMPAK: Wali Kota Surabaya Eri mengungkapkan, Pemkot Surabaya akan mengucurkan Rp 5 juta per bulan untuk RW untuk program Kampung Pancasila.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai menggelontorkan “modal tetap” Rp 5 juta per bulan untuk setiap RW, khusus bagi generasi muda atau Gen Z. Namun dana itu bukan sekadar bantuan, melainkan dirancang sebagai pemicu lahirnya wirausaha kampung melalui program Kampung Pancasila.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, anggaran tersebut harus berbasis proposal kegiatan yang berdampak nyata dan berkelanjutan. Bukan untuk seremoni, melainkan untuk membangun unit usaha produktif.

“Kalau kegiatannya jelas manfaatnya dan bisa dirasakan warga, dananya langsung cair. Tapi kalau hanya seremonial tanpa dampak, tidak akan kami berikan,” tegas Eri.

Setiap Karang Taruna atau kelompok Gen Z di tingkat RW wajib menyusun rencana usaha atau program pengembangan diri yang konkret. Proposal dikumpulkan dan diseleksi di tingkat kecamatan sebelum pencairan dilakukan.

“Saya ingin Gen Z punya visi dan rencana. Kita latih mereka menyusun program, bukan sekadar menerima uang lalu habis tanpa hasil,” ujarnya.

Program ini telah berjalan sejak Januari 2026. Bagi RW yang belum mengajukan proposal di bulan pertama, dana bisa diakumulasi pada bulan berikutnya.

“Kalau Januari belum dipakai, bisa digabung Februari. Jadi bisa Rp 10 juta untuk satu kegiatan yang lebih besar,” jelasnya.

Lebih jauh, Eri mengaitkan program ini dengan strategi besar pengurangan pengangguran dan kemiskinan di Surabaya. Pemkot juga telah menggandeng sedikitnya 38 pelaku industri Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka) untuk menyerap produk kampung.

Dana Rp 5 juta per bulan tersebut diharapkan menjadi stimulan pembentukan unit usaha yang bisa memasok kebutuhan Horeka—mulai dari sayuran, daging ayam, hingga produk kreatif seperti sandal hotel.

“Kita ingin kampung punya produk. Anak muda belajar jadi penggerak ekonomi di lingkungannya sendiri,” katanya.

Baca Juga: Kebun Binatang Taipei Kenalkan Kuda Przewalski, Satwa Langka Asal Asia Tengah

Pemkot bersama berbagai stakeholder juga menyiapkan pendampingan agar usaha yang dirintis tidak berhenti di tengah jalan.

Bagi Eri, Kampung Pancasila ke depan tidak hanya identik dengan nilai kebersamaan, tetapi juga menjadi pusat inkubasi ekonomi kreatif berbasis RW.

“Kita mulai biasakan anak muda bergerak, berwirausaha, dan membuat kegiatan yang bermanfaat untuk kampungnya,” pungkasnya.

Dengan skema ini, Gen Z Surabaya tak hanya diberi ruang berkreasi, tetapi juga akses modal dan pasar sebuah kombinasi yang ditargetkan mampu mencetak pengusaha muda dari level kampung. (dim/gun)

Editor : Guntur Irianto
#dana #berita pemerintahan #syarat #rw #terbaru #berita surabaya #berita surabaya hari ini #CAK ERI #warga #pemuda #program #Gen Z #ketentuan #wali kota surabaya #kampung Pancasila #pemkot surabaya #Eri Cahyadi #berdampak #kebijakan