RADAR SURABAYA - UF, 30, dan SA, 23, pelaku kekerasan terhadap keponakannya AQ alias KR di rumah kos Jalan Bangkingan III, RT 03 RW 01, Kelurahan Bangkingan Surabaya dikenal tertutup oleh tetangga kosnya.
Keduanya sudah indekos di lokasi sekitar tujuh bulan. Selama tinggal di kamar kos nomor 9 pelaku jarang bersosialisasi dengan tetangga kos.
"Keseharian pelaku pendiam. Gak pernah sosialisasi, dia pendiam," ujar salah satu tetangga kos IS, Senin (16/2).
Hal senada juga diungkapkan Ketua RT 03 RW 01 Kelurahan Bangkingan Dian Siswanto. Sehari-hari kedua pelaku dikenal tertutup oleh tetangga kosnya.
"Orangnya tertutup kata tetangga-tetangga. Gak pernah komunikasi sama tetangga, pulang kerja masuk keluar gitu," terangnya.
Aksi dugaan kekerasan terhadap korban dilaporkan warga atau tetangga kos pada Senin (9/2) lalu. Saat itu korban dikunci di dalam kamar kos sendirian dan tidak diberi makan.
"Belum ada cuma dengar dengar aja. Warga itu saya suruh kalau ada kejadian saya suruh lapor biar saya tindak lanjuti. Baru kemarin laporan warga. Langsung saya lanjuti ke Bhabinkamtibmas," sebutnya.
Dian menjelaskan pada saat kejadian evakuasi korban Senin (9/2) lalu, kondisi korban penuh luka. Mulai dari dagu sobek, wajah memar dan tangannya lebam.
"Luka dagu sobek, ini (wajah) biru memar tangannya lebam luka. Sobek katanya pengakuan kejadian di kamar mandi waktu mandi. Katanya dipukul gak tahu kalau natap di lantai," jelasnya.
Pihaknya melanjutkan untuk pelaku sudah tinggal di kos sejak bulan Agustus 2025. Namun keduanya belum melapor ke RT bahwa tinggal di lokasi.
"Belum laporan waktu menghuni. Data saya nggak punya. Tuan rumah belum laporan kalau ada penghuni. Bulan 8 tahun kemarin tinggal di kos," ungkapnya.
Diketahui untuk UF atau paman korban selama ini bekerja sebagai tukang bangunan di proyek perumahan. Sementara bibinya SA baru kerja dua hari tepatnya pada Sabtu (7/2) dan Senin (9/2).
Bhabinkamtibmas Kelurahan Bangkingan Aipda Bambang PS menuturkan, saat ini korban ikut tinggal bersama budenya di kawasan Surabaya Utara. "Ikut sama budenya sekarang di Genting Tambakasri," katanya.
Usai kejadian pihak Bhabinkamtibmas, RT dan Unit PPA mendampingi korban saat visum di Rumah Sakit Bhayangkara.
"Saya mendampingi visum dari Polrestabes sama Pak RT. Kalau malam setelah orang tuanya datang (bapak kandung) anaknya semangat. Dia mungkin seneng ketemu bapaknya dia anaknya aktif. Mungkin agak lupa sedikit (kejadian yang dialami)," tandasnya. (rus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari