Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

61.500 Warga Turun Serentak di Pantai, Surabaya Ajak Masyarakat Disiplin Pengelolaan Sampah

Dimas Mahendra • Minggu, 15 Februari 2026 | 12:41 WIB
GOTONG ROYONG: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama forkopimda dan warga bersih-bersih sampah di pantai batu-batu, Taman Suroboyo, Kenjeran.(IST/RADAR SURABAYA)
GOTONG ROYONG: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama forkopimda dan warga bersih-bersih sampah di pantai batu-batu, Taman Suroboyo, Kenjeran.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Bukan sekadar kerja bakti biasa. Sebanyak 61.500 warga Surabaya bergerak serentak dalam Aksi Kurve Bersih Pantai memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, Minggu (15/2). Dari Pantai Batu-Batu, Taman Suroboyo Kenjeran, hingga 243 titik di 31 kecamatan, kota ini seperti sedang “uji coba” disiplin baru soal pengelolaan sampah.

Di titik pusat Pantai Batu-Batu, sekitar 1.500 peserta dari unsur Forkopimda, Pusdal Kementerian Lingkungan Hidup, TNI-Polri, hingga warga Kecamatan Bulak memadati kawasan pesisir sejak pagi. Sementara itu, 60.000 warga lainnya melakukan kerja bakti serentak di lingkungan masing-masing.

Tema “Kolaborasi untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah)” diterjemahkan Pemkot Surabaya bukan hanya sebagai seremoni, tetapi gerakan kolektif yang terstruktur dari tingkat kampung.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa momentum HPSN harus menjadi titik awal perubahan perilaku warga, khususnya dalam pemilahan sampah rumah tangga. “Saya ingin HPSN ini jadi awal gerakan memilah sampah dari rumah. Bukan hanya bersih-bersih, tapi mengubah kebiasaan,” tegas Eri.

Ia juga menyoroti fenomena “aji mumpung” saat kerja bakti, di mana sebagian warga justru membuang furnitur besar seperti kasur dan kursi rusak.“Kerja bakti itu bersihkan lingkungan, bukan titip buang sampah besar. Kalau mau buang furnitur, ada jadwal dan mekanismenya,” ujarnya.

Untuk memperkuat efek jera, Eri memastikan koordinasi dengan Pengadilan Negeri akan diperketat agar denda bagi pelanggar—terutama yang membuang sampah sembarangan dari kendaraan atau ke sungai—tidak lagi diringankan.

“Kalau melanggar, dendanya jangan ringan. Supaya ada efek jera,” tegasnya.

Di sisi lain, perhatian juga tertuju pada kondisi pesisir. Jika sampah plastik mulai berkurang, popok sekali pakai justru masih mendominasi temuan di pantai. Pemkot berencana memasang pembatas sampah di aliran sungai, mulai dari hulu hingga hilir.

“Kita pasang penahan sampah supaya bisa terdeteksi ini kiriman dari hulu atau dari warga lokal. Jadi edukasinya tepat sasaran,” tambah Eri.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto, menyebut aksi serentak ini juga dibarengi pembiasaan kurve pagi di kantor-kantor pemerintahan sebelum aktivitas kerja dimulai.

Baca Juga: Persebaya Tumbang 1-2 di GBT! Bernardo Tavares Ungkap Penyebab Kekalahan dari Bhayangkara

“Target kita membentuk perilaku hidup bersih. Jadi bukan hanya warga, tapi kantor-kantor juga rutin bersih-bersih,” katanya.

Seluruh sampah hasil aksi hari itu akan ditimbang untuk mengukur volume yang berhasil dicegah masuk ke TPA Benowo. Data tersebut akan menjadi bahan evaluasi efektivitas gerakan serentak ini.

Dengan melibatkan puluhan ribu warga, Surabaya tidak hanya memperingati HPSN, tetapi juga mengirim pesan kuat: urusan sampah bukan lagi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan disiplin kolektif yang dimulai dari rumah dan dijaga bersama hingga ke pesisir kota.(dim/gun)

Editor : Guntur Irianto
#sampah #Wali Kota #Pemilahan #pemkot #Acara #terbaru #pantai #berita surabaya #berita surabaya hari ini #warga #hari peduli sampah nasional (hpsn) #program #batu #Kegiatan #pemerintah #wali kota surabaya #2026 #pemkot surabaya #bersih-bersih #forkopimda #kenjeran