RADAR SURABAYA – Bulan Ramadan tinggal hitungan hari. Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional Surabaya mulai menunjukkan tren kenaikan. Kondisi ini terpantau dalam sidak Tim Monitoring Daging Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Surabaya di Pasar Soponyono dan Pasar Pahing Rungkut, Rabu (11/2).
Kenaikan harga terjadi pada beberapa jenis potongan daging sapi, sementara harga daging ayam masih stabil. Situasi ini menjadi perhatian serius karena biasanya permintaan protein hewani meningkat menjelang bulan puasa.
Direktur Utama RPH Surabaya Fajar A. Isnugroho mengungkapkan, pihaknya memang sedang melakukan pengawasan ketat guna memastikan kestabilan harga daging. “Pekan ini kami masih lakukan monitoring daging untuk memastikan dinamika stok dan harga daging," ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Tim Monitoring Daging RPH Surabaya Bagus Aditya menegaskan bahwa pemantauan rutin dilakukan sebagai langkah antisipatif agar lonjakan harga tidak disertai penurunan kualitas produk yang beredar.
“Tim rutin sidak ke pasar-pasar untuk memastikan lapak mitra benar-benar menjual daging hasil pemotongan dari RPH,” tegas Bagus Aditya.
Berdasarkan hasil pantauan, di Pasar Soponyono harga daging D1 tercatat Rp 130.000 per kilogram, D2 Rp 120.000, dan rawisan/rawonan Rp 110.000.
Sementara itu, iga dibanderol Rp 90.000 per kilogram, buntut Rp 80.000, babat dan usus masing-masing Rp 80.000. kemudian paru Rp 90.000 per kilogram, serta hati Rp 60.000.
Di Pasar Pahing Rungkut, harga relatif sedikit lebih rendah. Daging D1 dijual Rp 125.000 per kilogram, D2 Rp 115.000 per kilogram, dan rawisan/rawonan Rp 105.000. Harga iga, buntut, babat, usus, dan paru sama seperti di Soponyono, sedangkan hati tercatat Rp 70.000 per kilogram.
Adapun harga daging ayam di kedua pasar masih stabil di angka Rp 42.000 per kilogram. Menurut Bagus, kenaikan harga ini masih dalam batas wajar menjelang Ramadan. Namun, pihaknya tetap meningkatkan pengawasan untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan kualitas daging tetap terjaga.
Selain memantau harga, tim juga melakukan pengecekan visual dan administratif untuk memastikan daging yang dijual berasal dari pemotongan resmi yang memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan.
RPH Surabaya mengimbau masyarakat agar tetap cermat dalam berbelanja dan memilih lapak resmi mitra RPH. Daging dari jalur resmi dipastikan melalui proses pemotongan terstandar, diawasi tenaga profesional, serta memenuhi aspek higienitas.
Pemantauan akan terus dilakukan secara berkala selama periode Ramadan untuk menjaga stabilitas pasokan, mencegah spekulasi harga, serta memastikan kebutuhan protein warga Surabaya tetap terpenuhi dengan aman dan terjangkau. (*)
Editor : Lambertus Hurek