Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dorong Gerakan Menanam untuk Kendalikan Harga Jelang Ramadan, Warga Surabaya Panen Cabai Rawit

Dimas Mahendra • Kamis, 12 Februari 2026 | 19:20 WIB

 

Panen cabai rawit hasil perkebunan warga Surabaya.
Panen cabai rawit hasil perkebunan warga Surabaya.

RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bersama Kelompok Tani Sendang Biru menggelar panen cabai rawit pada Kamis (12/2).

Panen ini menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri, sekaligus mendorong kemandirian pangan masyarakat.

Kepala DKPP Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menjelaskan bahwa panen kali ini merupakan hasil tanam sejak Oktober 2025.

“Panen ini disiapkan khusus untuk mengantisipasi lonjakan harga cabai yang biasanya terjadi menjelang bulan puasa,” ujarnya.

Menurut Antiek, harga cabai di pasar saat ini mulai merangkak naik, berkisar Rp 70.000 hingga Rp 85.000 per kilogram.

Dengan adanya hasil panen dari kelompok tani lokal, tekanan permintaan di pasar diharapkan berkurang.

“Ini adalah panen ketujuh dari Poktan Sendang Biru. Dengan populasi sekitar 1.300 pohon, hasilnya cukup signifikan untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar. Varietas yang ditanam adalah Ori, yang dikenal berkualitas tinggi dan bernilai jual tinggi di pasaran,” jelasnya.

Selain mengandalkan kelompok tani, Pemkot Surabaya juga mengajak masyarakat melalui gerakan “Satu Rumah Dua Pohon” yang disinergikan dengan program Kampung Pancasila.

Antiek menekankan bahwa jika setiap rumah tangga menanam minimal dua pohon cabai, maka mereka tidak perlu membeli di pasar saat harga melonjak. “Ini akan sangat membantu menstabilkan harga secara makro,” tambahnya.

Menanggapi kenaikan harga beberapa komoditas lain seperti telur dan daging ayam menjelang Ramadan, Pemkot Surabaya bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan intervensi melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), operasi pasar, serta pengawasan stok bersama kementerian terkait.

Dalam kegiatan panen kali ini, DKPP juga melakukan pengendalian hama tikus secara terpadu bersama UPT Proteksi Tanaman Pemprov Jawa Timur untuk menjaga produktivitas lahan.

Antiek memastikan bahwa seluruh komoditas pangan di Surabaya dalam kondisi aman dan tersedia.
“Hasil pemantauan kami, seluruh komoditas pangan di Surabaya dalam kondisi aman. Masyarakat kami imbau untuk belanja dengan bijak sesuai kebutuhan, tidak perlu panic buying,” tegasnya.

Suprapto, 67, salah satu anggota Poktan Sendang Biru, mengaku rutin memanen cabai rawit setiap lima hari sekali dengan hasil 6–8 kilogram per panen.

Berbeda dengan harga pasar yang tinggi, ia memilih menjual hasil panennya kepada warga sekitar dengan harga lebih terjangkau.

“Kalau di pasar bisa Rp 85.000, saya jual Rp 70.000 untuk membantu tetangga. Meskipun ada kendala virus kuning pada tanaman, dukungan bibit dari Pemkot Surabaya sangat membantu kami,” ujarnya.

Dengan sinergi antara pemerintah, kelompok tani, dan warga, Pemkot Surabaya optimistis inflasi komoditas cabai dapat terkendali, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang wajar. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#harga cabai #kelompok tani #surabaya #cabai rawit #panen cabai #ramadan