Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bersihkan Diri lewat Ritual Cisuak, Klenteng Boen Bio Surabaya Sambut Tahun Kuda Api dengan Energi Positif

Rahmat Sudrajat • Rabu, 11 Februari 2026 | 21:32 WIB
PERSIAPAN: Jelang Imlek umat Tri Dharma Klenteng Boen Bio, Surabaya, menggelar ritual pembersihan diri atau Cisuak.
PERSIAPAN: Jelang Imlek umat Tri Dharma Klenteng Boen Bio, Surabaya, menggelar ritual pembersihan diri atau Cisuak.

RADAR SURABAYA – Menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau tahun 2026 Masehi yang dikenal sebagai Tahun Kuda Api, PERSIAPAN: Jelang Imlek umat Tri Dharma Klenteng Boen Bio, Surabaya, menggelar ritual pembersihan diri atau Cisuak.

Tradisi tolak bala ini dilakukan untuk menyambut tahun baru dengan energi positif dan harapan baru.

Ritual Cisuak dilaksanakan sepekan sebelum Imlek, bertepatan dengan momen yang dipercaya sebagai waktu para dewa naik ke langit untuk menyampaikan catatan amal perbuatan manusia selama setahun.

Momentum ini dimanfaatkan umat untuk memohon berkah dan perlindungan.

Prosesi diawali dengan pemotongan kuku tangan, kuku kaki, serta sedikit rambut.

Potongan-potongan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kertas doa (Kim Cua) yang dibentuk menyerupai penyu dan gunung.

Setelah itu, umat melakukan pembersihan diri menggunakan air yang dicampur bunga mawar dan melati.

Rohaniawan Konghucu sekaligus pengurus Kelenteng Boen Bio, Liem Tiong Yang, menjelaskan, aroma harum bunga melambangkan pengusir energi negatif dan pembersihan dosa.

Ia juga menyebut Cisuak memiliki kemiripan makna dengan tradisi Jawa.

"Cisuak ini serupa dengan ruwatan dalam tradisi Jawa, merupakan upaya menumbuhkan energi positif dan membangkitkan kebaikan di tahun baru. Inti sarinya adalah meruwat diri," ujar Liem Tiong Yang, Rabu (11/2).

Liem menambahkan prosesi ini dilakukan bersamaan dengan upacara mengantar para suci naik ke langit.

"Hari ini kita mengantar para suci naik, sekaligus melakukan sembahyang Cisuak. Ini saat yang tepat untuk menitipkan doa agar disampaikan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebelum para suci kembali lagi pada tanggal 4 bulan satu Imlek," jelasnya.

Terkait simbolisme pemotongan kuku dan rambut, Liem memaparkan makna filosofis di baliknya.

Menurutnya, rambut diibaratkan sebagai simbol keruwetan di dalam pikiran, sementara kuku melambangkan langkah kaki dan pekerjaan yang mungkin terpapar energi negatif.

"Intinya bukan sekadar membuang potongan rambut dan kuku, tapi melarung energi negatif di dalam diri kita. Harapannya, saat memasuki tahun yang baru, semua dapat berjalan lancar serta dijauhkan dari segala halangan dan musibah," tutur Liem.

Sementara itu umat Tri Dharma, Lian Margaretha, mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam Cisuak adalah bentuk persiapan diri secara spiritual.

Ia berharap tahun yang baru membawa perubahan karakter yang lebih positif.

"Potong kuku dan rambut ini untuk menghilangkan energi negatif menjelang Imlek. Makna Imlek bagi saya adalah menuju langkah yang lebih baik dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi," kata Lian.

Rangkaian ritual, Kim Cua berbentuk gunung dibakar sebagai simbol persembahan doa kepada Tuhan.

Sementara itu, Kim Cua berbentuk penyu yang berisi potongan kuku dan rambut umat rencananya akan dilarung di Selat Madura, Kamis (12/2). (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#cisuak #surabaya #Tahun Kuda Api 2026 #imlek #umat tri dharma #tahun baru #Energi positif #Klenteng Boen Bio