Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Barang Antik Retro Kian Diminati, Digunakan untuk Hiasan Rumah hingga Kafe

Andy Satria • Senin, 9 Februari 2026 | 16:39 WIB
BERBURU BARANG RETRO: Johonas (kanan) melayani pelanggan yang mencari barang-barang retro di Wasik Galeri miliknya, di kawasan Dukuh Kupang, Surabaya, Senin (9/2).
BERBURU BARANG RETRO: Johonas (kanan) melayani pelanggan yang mencari barang-barang retro di Wasik Galeri miliknya, di kawasan Dukuh Kupang, Surabaya, Senin (9/2).

RADAR SURABAYA - Tren mengoleksi barang-barang antik kini tak lagi sekadar hobi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menunjang estetika interior rumah, kafe, hingga studio kreatif.

Saat ini gaya retro dengan nuansa tahun 1980–1990-an menjadi pilihan favorit para kolektor maupun pelaku usaha.

Owner Wasik Galeri, Johonas Budhi Pamungkas, mengatakan, permintaan barang antik saat ini banyak mengarah pada produk-produk bergaya retro yang lekat dengan kenangan masa lalu.

“Yang paling banyak dicari itu barang-barang era 80–90-an, seperti dingdong, branding Coca-Cola, McD, sampai patung KFC. Biasanya untuk interior kafe atau proyek rumah bergaya retro,” ujar Johonas, Senin (9/2).

Menurut Johonas, alasan utama peminat barang-barang tersebut adalah faktor emosional.

Mayoritas pembeli berada di rentang usia 30–40 tahun yang memiliki kenangan dengan merek atau benda tersebut.

“Selain untuk dekorasi, barang-barang ini juga dipakai untuk studio podcast atau studio foto supaya tampil tematik dan lebih instagramable,” katanya.

Dari sisi harga, nilai barang antik cenderung terus naik seiring kelangkaannya.

Bahkan, kenaikan harga bisa mencapai 50 hingga 100 persen.

“Semakin susah barangnya didapat, harganya juga kian mahal,” jelas Johonas.

Ia menambahkan, barang-barang antik tersebut diperoleh melalui berburu di lapangan, baik dari pasar loak hingga dari tukang rosokan dan jaringan temannya.

Menariknya, pasar Wasik Galeri justru lebih banyak datang dari luar Surabaya.

Pelanggan Johonas tersebar hingga Aceh, namun mayoritas masih berasal dari Jakarta.

“Order dari Surabaya malah lebih jarang. Kebanyakan dari luar kota, bahkan luar pulau,” ungkapnya.

Tren positif ini juga terlihat dari peningkatan penjualan sejak tahun lalu.

Di awal tahun ini saja, Johonas mengaku sudah menjual sekitar 10 produk. Pembelian pun umumnya dilakukan dalam bentuk paket.

“Misalnya tema Coca-Cola, pembeli biasanya ambil botol yang masih ada isinya, krat, sampai raknya sekalian. Walaupun sudah kedaluwarsa, tetap laku karena hanya untuk hiasan, bukan konsumsi,” tuturnya.

Adapun barang retro yang paling banyak diburu antara lain TV retro tahun 80–90-an yang direstorasi agar kembali berfungsi, serta berbagai ornamen merek ternama.

Harga barang-barang tersebut bervariasi, mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 5 juta, tergantung jenis dan kondisi.

Selain menjual koleksi yang tersedia, Johonas juga kerap menerima pesanan dengan tema tertentu.

“Ada yang pesan tema bengkel, resto, atau studio foto. Jadi saya bantu carikan barangnya sesuai konsep,” katanya.

Wasik Galeri sendiri memiliki koleksi antik yang sangat beragam, bahkan ada yang berasal dari akhir tahun 1800-an hingga awal 1900-an.

“Seperti jam dinding tua dan piano lawas, itu termasuk koleksi paling lama yang saya punya,” pungkas Johonas. (sam/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#toko barang antik #barang antik #barang antik kian diminati #Kolektor Barang Antik #interior rumah